Jettison dan Perihal Hati

Buang muatan. Itulah artinya. Sebuah istilah yang biasanya digunakan dalam konteks perkapalan. Biasanya terjadi kala kapal mengalami kebocoran yang fatal sehingga untuk mengurangi kecepatan kapal untuk tenggelam maka kapten kapal menginstruksikan awak kapal untuk membuang barang-barang yang dianggap berat dan kurang berguna. Dengan begitu, boleh jadi bisa menyelamatkan kapal tersebut atau paling tidak meminimalkan efeknya secara signifikan.

‘Jettison’ pun juga kerap dipakai untuk konteks yang lain. Semisal perusahaan yang hampir jatuh bangkrut berupaya untuk mengurangi jumlah pegawai dan pengeluaran yang dirasa kurang perlu. Pengelana yang ingin agar perjalanannya lebih ringan dan ringkas, memangkas jumlah bawaannya. Pun dengan kehidupan sehari-hari di mana banyak insan manusia mengurangi aktivitas yang ‘tak penting’ dan dialokasikan untuk tindakan yang lebih bermanfaat.

Hari ini pun saya mendengar cerita mengenai dua pasangan yang cerai. Sepertinya ini juga upaya untuk ‘buang muatan’. Perjalanan memadu asmara terkadang memang tak selalu mulus. Bahkan setelah diskusi, kompromi dan mediasi; seringkali berpisah adalah pilihan yang paling mujarab. Meski biasanya paling dihindari karena memang merepotkan, menyakitkan dan memalukan.

Namun, saya berasumsi bahwa mereka memerlukan tindakan tersebut. Dengan begitu perjalanan hidup mereka akan berkurang bebannya. Selanjutnya mereka akan bisa move on. Coba bayangkan apa yang terjadi bila pasangan tersebut stagnan dan akhirnya menjadi mati rasa. Bahagia tak diraih. Justru penderitaan yang tak berkesudahan. Bila berakhir, hematnya bakal ada kesempatan untuk memulai lembar baru kehidupan.

Tak ada yang suka untuk ‘membuang muatan’. Terutama bila berkaitan dengan hati yang telah dirangkai dengan bunga asmara, berbagai janji bahagia dan ikatan hidup dan mati. Tapi bila akhirnya mereka masing-masing mendapati langkah berikutnya yang lebih ringan, sepertinya ‘membuang muatan’ menjadi pengorbanan yang layak dilakukan daripada ‘tenggelam’ bersama dalam kepedihan hidup.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s