Cuddling

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat mendengar kata cuddling? Sepasang insan manusia yang rebahkan badannya dengan rileks sembari memeluk satu sama lain dan berbagi kehangatan. Romantis? Tentu saja. Yang jelas ada kedamaian yang terasa. Tanpa harus berpikir tentang hal yang seksual.

Cuddling itu simple? Semestinya, ya! Bila Anda sudah punya pasangan, tentu cuddling bisa sering-sering dilakukan. Hanya saja dalam prakteknya tidak segampang itu. Entah karena tidak punya pasangan karena terlalu sibuk bekerja, memiliki pasangan tapi jarang punya waktu bersama, atau karena memang tak ada waktu untuk ber-cuddling-ria.

Oleh karena cuddling itu merupakan salah satu kebutuhan manusia, dari segi psikologis ketimbang psikis semata, ada yang membuatnya menjadi bisnis tersendiri. Pemberitaannya cukup mengundang kehebohan di media. Tersebutlah The Snuggery dan Akibahara Soine-ya. Dari segi bisnis sepertinya menguntungkan. Beberapa gadis cukup rebahan di ranjang dengan pelanggan. Lalu, tinggal pasang tarif. Sederhana, bukan?

Masak, sih, ada yang mau menggunakan jasa seperti itu? Tentu saja ada. Orang normal yang biasa-biasa saja mungkin tak akan tertarik pergi ke tempat tersebut. Namun, selalu saja ada orang yang kesepian dan sakaw dengan ‘tidur dan dipeluk seorang gadis cantik’. Banyak lho yang karena saking kurang pergaulan, jelek, atau sibuk bukan main sehingga tak ada yang mau dengan mereka. Ada juga yang sekedar iseng.

Aneh bagi yang tak membutuhkannya. Sangat wajar bagi mereka yang mendambakannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s