Dangerous Liaisons, Ketika Cinta Menjadi Mainan

Film Dangerous Liaisons versi terbaru yang tayang di tahun 2012 ini membawa pesan yang jelas. Jangan main-main dengan cinta. Playboy tersohor pun jatuh dalam penyesalan karena tak becus mengetahui mana cinta yang sejati dan yang bukan. Wanita cantik yang sukses mempermainkan orang lain kehilangan segalanya. Sedangkan seorang wanita lugu yang terjebak permainan cinta justru menemukan arti cinta yang sesungguhnya.

Jang Dong-gun memainkan lelaki pencinta banyak wanita, Cecilia Cheung perankan wanita pengusaha yang licik, dan Zhang Ziyi menjadi janda yang akhirnya menemukan cintanya. Yang membuat film ini tambah menarik adalah gambar latar belakang kota pelabuhan Shanghai yang memukau. Lengkap dengan cantiknya bangunan arsitektur kuno yang mendapat pengaruh Barat, kereta trem yang melintasi kota, mobil antik yang menelusuri jalanan yang selalu dipenuhi orang yang berjalan. Selain itu ada juga penampilan sekilas wanita-wanita telanjang yang menjadi ‘korban’ gairah sang playboy.

Saat menonton film ini, sebagian besar penonton mungkin sudah bisa menduga arah ceritanya ke mana. Pasti ada tragedi saat cinta dijadikan mainan. Coba bila para tokohnya tidak sedemikian jahat, pasti semuanya mendapat apa yang mereka sangat inginkan dalam hidup mereka. Yaitu, cinta sejati. Sayangnya, hukum Karma cepat atau lambat akan berlaku bagi tiap orang; baik itu karma baik atau sebaliknya.

Akhir dari kisah permainan cinta ini pun berakhir dengan semestinya. Yang menyadari arti cinta akan mendapatkan sesuatu yang berharga. Sebaliknya, yang tidak menghargainya akan kehilangan semuanya. Silakan tonton sendiri. Dan sekali lagi, jangan main-main dengan cinta. Hargai cinta dengan saling membagi dan menerimanya. Bahagia pun kan datang dengan sendirinya.

Iklan

One Reply to “Dangerous Liaisons, Ketika Cinta Menjadi Mainan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s