Life of Pi

Ceritanya sederhana. Setelah kapal yang ditumpangi tenggelam karena terhempas badai, Pi bertahan hidup bersama seekor macan dari Bengal di sebuah perahu penyelamat. Berbagai tantangan datang dan mereka sanggup menghadapinya bersama-sama. Hingga akhirnya mereka mendarat di pantai Meksiko.

Namun film yang dibesut oleh sutradara kenamaan Ang Lee tersebut ingin menyampaikan sebuah pencarian manusia akan Tuhannya. Pi, yang terlahir di India dan begitu lahir langsung otomatis beragama Hindu, mendapatkan pengalaman beragam dalam keingintahuannya akan Sang Pencipta. Mempelajari Yesus Kristus yang menebus dosa manusia dari gereja Katholik. Merasakan damai ketika melakukan shalat dan mendengarkan suara Adzan. Hingga mendapatkan pengalaman nyaris mati dan menyerahkan dirinya seutuhnya kepada Sang Khalik tanpa harus menyematkan suatu nama atau organisasi keagamaan saat terkatung-katung di tengah samudera.

Penggambaran filmnya unik. Penuh humor yang segar. Diwarnai dengan pemandangan yang memukau dari teknologi Computer Generated Image. Dan mampu memberikan sebuah contoh bagaimana seorang insan manusia menemukan Tuhannya tanpa kesan menggurui. Pantas ditonton karena bisa menggelitik keinginan mencari kebenaran yang sesungguhnya.

Iklan

3 Replies to “Life of Pi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s