Paha Di Mana-mana

Alasan persisnya tak jelas mengapa makin banyak Kaum Hawa memakai celana pendek yang terlalu pendek dari ukuran celana pendek yang standar. Begitu juga span atau rok yang kependekan. Bahkan tak jarang, banyak pula yang tak lagi risih bila menggunakan celana pendek yang keterlaluan pendeknya hingga nyaris ke pangkal paha dan hanya berbatasan tipis dengan garis pantat. Ada yang menyangka kenaikan suhu bumi membuat para perempuan gampang kepanasan sehingga lebih nyaman memakai celana super pendek tersebut. Menyebarnya trend Hallyu yang hampir semua cewek idolanya memakai hot pants. Mungkin juga menurunnya rasa pede wanita sehingga harus tampil lebih atraktif dengan menampilkan lebih banyak penampang kaki. Meski banyak juga yang begitu karena merasa lebih percaya diri punya kaki yang aduhai indahnya.

Efeknya jelas terasa. Paha makin jelas terlihat di mana-mana. Ada yang mulus dan membuat mata yang melihat bisa menikmatinya. Maklum, dengan makin minimnya (baca: pendeknya) pakaian sebelah bawah membuat kaki pemakainya terlihat lebih jenjang. Ada ilusi yang tercipta bahwa kaki perempuan memanjang. Terutama bila ditambah dengan sepatu berhak tinggi.

Ada juga yang jelas tak bagus dilihat dan justru menjadi sejenis ‘polusi pemandangan’. Kaki penuh selulit, paha gemuk dari pemiliknya yang obesitas, penuh ‘dekorasi’ (bekas gatal, tato yang buruk, bekas tergores), kaki yang jelas-jelas sudah pendek. Lebih pas bila pemakainya memakai pakaian sebelah bawah yang tertutup sehingga terlihat lebih menarik. Toh, tetap saja banyak yang nekat memakai hot pants bahkan dengan warna-warna yang norak seperti merah, hijau, kuning atau pun merah muda terang.

Tak peduli baik mereka yang bisa menggunakan hot pants dengan atraktif atau pun yang tidak; dapat dipastikan bahwa banyak mata, terutama mata lelaki, akan otomatis melirik ke arah paha yang memang sengaja ‘dipertontonkan’ dengan pemakaian celana pendek yang kependekan tersebut. Anehnya, perempuan, yang kebanyakan gadis muda, yang dengan sengaja mengumbar keindahan pahanya justru merasa terganggu bila ada sekian banyak lelaki yang dengan sengaja menikmati paha yang terekspos tersebut. Ironis, kan? Terbukti dari kebiasaan pemakainya yang terus-menerus berusaha ‘menurunkan’ celananya yang kelihatannya seperti selalu mengkerut naik ke atas. Bila sedemikian repotnya mengapa tidak memakai celana panjang sekalian?

Coba pikirkan, paha yang ada di mana-mana tersebut sungguh membangkitkan syahwat Kaum Adam. Boleh jadi timbulkan bahaya bila lelaki yang memandangnya tak lagi bisa membendung derasnya gairah. Celana super pendek juga rawan terhadap serangan nyamuk. Tak hanya menghisap darah dan sebabkan bentol-bentol. Gigitan nyamuk bisa sebarkan Malaria atau Demam Berdarah seperti yang terjadi di Thailand. Celana yang minim juga tak maksimal melindungi kulit kaki dari kotoran kala duduk atau berjalan di tempat umum. Jelas merugikan pemakainya ketimbang tujuan semula yang ingin tampil lebih hot.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s