Architecture 101

Baru saja saya menonton film berjudul Architecture 101. Ciamik jalinan ceritanya. Berpindah dari satu masa ke masa yang lain. Ada cinta yang terlambat tersampaikan meski sama-sama dirasakan. Aktris cantik Han Ga-In dan Bae Suzy pun membuat film ini lebih enak ditonton. Lalu, ceritanya tentang apa?

Film dari Negeri Ginseng ini, menurut saya pribadi, bila dirangkum ceritanya menjadi satu frasa akan menjadi seperti ini, ‘gagal merajut asmara karena tak pandai bicara’. Coba jika sang arsitek muda cukup fasih membilang kata dan sanggup mengatakan kata cinta pada si gadis muda dari kelas musik, pastilah jalinan cerita berdua berjalan dengan mulus. Benar, kan?

Sayangnya tidak. Gagu dan kaku, sang arsitek muda tak mampu secara eksplisit berbalas kata dengan si gadis yang meski eksentrik tapi cantik. Salah paham terjadi. Tragedi pun tak terhindarkan kala cinta laiknya bunga yang layu sebelum berkembang. Mereka berdua pun berpisah.

Hingga kemudian si gadis yang telah menjadi wanita pun menemukan sang arsitek yang juga telah berumur. Si wanita ingin sang arsitek untuk membangunkan rumah baginya. Rupanya ada impian dan janji dari masa lalu yang ingin tetap diwujudkan. Rumah pun akhirnya selesai. Kata-kata yang terbalut nostalgi pun akhirnya menguak dengan sendirinya. Berdua sama-sama menyadari cinta mereka yang sekian lama terpendam. Meski akhirnya mereka memilih tak berjalan bersama, toh mereka sudah puas mendengar kata yang terlambat untuk didengarkan.

Menonton film ini membuat saya teringat dengan suatu kepingan masa lalu saya ketika di bangku kuliah. Ya, tak pandai bicara dan rajutan asmara pun tak berhasil. Maklum, lelaki seumuran itu memang banyak yang masih belum dewasa. Ya, sebuah kepingan masa lalu yang kadang bikin senyum-senyum sendiri. Kok, ya sebegitunya. Sudah tahu ada gadis manis yang menyukai mengapa tak sigap membalasnya dengan penuh semangat 45. Tapi ya begitulah. Tak semua kisah cinta berjalan dengan sempurna.

Catatan: terima kasih untuk sesosok gadis manis di bangku kuliah yang sudah pernah membuat saya breathless dan cukup mewarnai buku kehidupan saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s