Inbox Zero

Tiap waktu saya mengecek kotak surat elektronik, ada rasa tak nyaman saat melihat begitu banyaknya timbunan email di Inbox saya. Alasannya sederhana. Saya menginginkan Inbox Zero. Rasanya plong. Tak ada rasa harus menyortir sedemikian banyak email di kandar email tersebut.

Sayangnya saya menggunakan alamat email tersebut untuk melanggani berbagai milis, berita, dan berbagai urusan. Dengan demikian akan selalu ada email yang berdatangan. Hapus satu, datang seribu. Tak kunjung habis.

Lalu tiba-tiba timbul sedikit mengambil jalan pintas. Semua email yang ada di Inbox saya pindahkan ke kandar All Mail dengan memilih semua email dan kemudian menekan tombol Archive.

Apa yang terjadi? Seketika Inbox saya menjadi kosong. Tak ada email sama sekali. Hore! Meski sebenarnya semu karena semua email hanya berpindah ke bagian lain dalam email. Tapi tak apalah. Lebih mudah sekarang untuk memilah dan membaca email yang baru saja masuk. Sekaligus untuk menghapus yang di rasa tak lagi diperlukan.

Kebiasaan menghapus email rasanya menjadi lebih jarang di jaman sekarang dibanding beberapa tahun sebelumnya. Dulu sekali, karena email gratisan kapasitasnya terbatas, jamak untuk menghapus email yang tak lagi perlu. Bila tidak, email baru tak dapat diterima. Namun bagaimana pun juga, bila tak terpakai ya ada baiknya email tersebut dipakai. Dengan begitu, email yang penting bisa dicari dengan lebih mudah.

Akhirnya, Inbox Zero tercapai. Tentu dengan catatan tersendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s