Rentenir

Sebuah artikel mengenai rentenir dari Tempo membuat saya terhenyak. Sudah lama tak mendengar kata ‘rentenir’. Yang tak lain adalah lintah darat atau tukang riba. Pinjamkan uang dengan bunga yang terlalu tinggi. Dengan begitu, keuntungan yang didapat sangat tinggi. Sedangkan yang meminjam tentu saja rugi. Bahkan hingga menjadi lebih miskin daripada kondisi sebelumnya.

Dan hebatnya, begitu terjerat satu rentenir, seseorang bisa terjerat oleh kawanan rentenir. Dalam kasus yang diberitakan oleh Tempo tersebut, korban bahkan berhutang kepada 70 rentenir sekaligus. Coba bayangkan, berapa banyak uang yang harus dia bayarkan kepada mereka semua.

Sayang memang bahwa sang korban melakukan pinjaman dengan diam-diam. Dengan begitu, makin lama makin terjerat tanpa ada yang bisa menolong. Lebih disayangkan lagi karena belum adanya penerapan hukum kepada para pemberi pinjaman ilegal yang beroperasi secara gerilya dan memangsa orang-orang berpenghasilan rendah, tingkat edukasi yang rendah, dan sedang mengalami kesulitan.

Nyatanya rentenir dibutuhkan. Entah dengan pembenaran seperti apa. Hutang di bank sulit. Keluarga tak bisa dipinjami. Ekonomi susah. Cari duit pun tambah sulit. Rentenir tak akan pernah hilang.

Hal yang paling penting adalah menghindarinya. Tak perlu meminjam para rentenir tersebut. Jadi ya waspadalah. Bila ada orang yang menawari pinjaman uang dengan begitu mudahnya, pasti ada maksudnya yaitu mencari keuntungan dari yang meminjam uang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s