Latah Posting Berita Heboh di Jejaring Sosial

Sebenarnya banyak orang bermaksud baik dengan memasang kutipan atau tautan berita mengenai sesuatu yang cukup dramatis di jejaring sosial. Merasa perlu membagi kabar kepada teman-teman di beranda virtual tersebut. 

Anehnya, malah lama-lama terasa seperti latah. Menjadi yang nomor satu untuk mengunggahnya di linimasa jejaring sosial. Dengan begitu ada begitu banyak RT untuk Twitter atau Like untuk Facebook. Begitu juga dengan komentar yang muncul berikutnya. 

Ada berita gempa. Pengeboman. Pesawat jatuh. Hingga yang tak terlalu penting seperti sesosok eyang atau pedangdut tersohor. Sepertinya asal tergolong menghebohkan maka layak disebar di Facebook dan Twitter. 

Hasilnya, linimasa pun penuh dengan pemberitaan yang lebih kurang sama. Jadi bikin malas untuk mengulik Facebook, misalnya, yang saya pakai untuk mengetahui kabar teman dan keluarga. Malah melihat ada berita-berita yang juga muncul di berbagai media massa. Ada tumpang tindih yang membuat amplifikasi berita tersebut. 

Banyak hal yang penting yang perlu dibagi. Tidak hanya tragedi, polemik, dan opini yang harusnya bisa diasup diluar jejaring sosial. Tapi, ya gimana lagi, namanya juga tempat ngobrol virtual, apa yang diomongkan pun sama dengan apa yang diperbicangkan di luar jejaring sosial. 

Menciptakan Kesempatan

Saya mendapati sebuah kutipan bijak yang tidak saya ketahui dari mana asalnya. Yang jelas kutipan tersebut dalam maknanya. Seperti ini bunyi kutipannya.

Don’t wait for opportunities to present themselves. Do something. Do something today. Do something now. Opportunities are manufactured.

Banyak orang menyangka bahwa kesempatan adalah sesuatu yang tiba-tiba datang. Semata sebuah keberuntungan yang harus diambil saat itu juga atau dengan cepat sirna.

Di saat yang sama, ada orang yang berpikir bahwa kesempatan itu adalah sesuatu yang bisa kita ciptakan sendiri. Tak perlu menunggu hingga datang pada saat ini atau suatu waktu di masa depan. Coba sekeliling kita, banyak yang menciptakan peluang kesuksesan dengan mendirikan usaha. Ada juga yang mencari kesempatan bekerja di berbagai perusahaan. Pun begitu ada yang membuat hobi menjadi sumber penghasilan hingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Rupanya kesempatan memang bukan sesuatu yang harus ditunggu dan diharapkan. Kesempatan harus dibuat dan diusahakan dengan segenap semangat, percaya diri, dan berani menempuh resiko.

Salut Buat Skype

Skype bukan produk baru. Dulu sebelum diakusisi oleh Microsoft, Skype dimiliki oleh eBay. Banyak orang sudah menggunakannya sebagai solusi berbicara langsung dari dan ke seluruh dunia melalui koneksi Internet. Jauh lebih murah ketimbang harus menggunakan telepon biasa untuk telepon interlokal atau internasional. Pun sangat sederhana dibanding harus menggunakan percakapan video melalui perangkat profesional yang mahal teknologinya.

Hanya saja, saya dulu merasa menggunakan Skype tidak terlalu penting. Tak banyak sanak saudara atau teman saya yang menggunakannya. Pun begitu, suaranya tak sejernih sekarang, umumnya karena terkendala koneksi Internet yang tidak stabil dan tak cukup kencang.

Beda dengan sekarang, dengan adanya koneksi Internet yang bisa diandalkan, menggunakan Skype lebih nyaman. Bahkan tak hanya suara, bisa juga melihat lawan bicara secara langsung.

Hanya saja, saya ‘terpaksa’ menggunakan Skype akhir-akhir ini karena harus melakukan wawancara langsung jarak jauh. Skype jadi solusinya. Canggung pada awalnya. Cemas juga karena bisa jadi wawancara gagal atau tak cukup jernih. Nyatanya, nyaman juga. Malah jadi ingin bercakap-cakap dengan orang lain melalui Skype untuk sekedar ‘say hello’. Tak melulu karena harus melakukan wawancara jarak jauh.

Intinya, Skype memang ada gunanya. Masih gratis. Bila inginkan layanan tambahan ya tinggal membeli kredit premiumnya. Skype memang mantab!

Catatan: tidak ada niat promosi, hanya sekedar terkesan dengan layanan Skype yang akhir-akhir ini jadi sering saya gunakan.

 

Ide dan Eksekusi

Katanya mendapatkan ide itu relatif mudah. Asalkan cermat mengamati sekitar pasti bisa mendapatkan apa yang menarik dan inspiratif. Ide bisa disimpan dalam kertas sehingga bisa diulik lagi di waktu yang lain. Maklum, bila hanya disimpan di benak, pasti menguap seraya waktu. 

Yang relatif tidak mudah dan sungguh menantang adalah mengeksekusi ide-ide tersebut. Menjadikan ide sebagai sebuah sesuatu yang mewujud. Eksekusi berarti memberikan usaha, pemikiran lebih lanjut, dan semangat untuk menjadikannya sebagai sebuah produk akhir yang nyata. Bisa dinikmati dan berguna. 

Bila seseorang memunyai ratusan ide, bukan berarti dia akan mampu mewujudkan ide-ide tersebut menjadi kenyataan. Ide yang tak mewujud sama dengan omong kosong. Tak ada artinya. Malah bisa jadi, orang lain hanya memiliki satu ide namun justru mampu mewujudkannya menjadi hal yang berarti. 

Memiliki kemampuan menelurkan banyak ide memang bagus. Tapi akan lebih bagus lagi bila bisa merealisasikan ide menjadi kenyataan. Ide hanya merupakan 1 persen usaha sedangkan 99 sisanya adalah kemampuan eksekusinya. 

Tema Layout WordPress: Ryu

Salut dengan WordPress yang selalu memberikan tema layout baru dan beragam. Ryu, salah satu tema layout terbaru mereka langsung menjadi favorit tema blog saya. Minimalis tanpa banyak menu dan navigasi. Tipe hurufnya bagus dan enak dibaca. Meski terkesan ukuran font hurufnya terlalu besar, ukuran tersebut nyaman dibaca karena pembaca tak harus susah-susah membaca blog dengan ukuran font yang kecil. WordPress memang mantab!