Bangun Dini Hari

Waktu di bangku sekolah, saya biasa bangun pagi. Namun kebiasaan itu memudar seiring waktu. Bangun siang. Pun bangun kesiangan pun sudah biasa. Hari-hari pun memendek jamnya. Tak selama seperti ketika bangun di pagi hari. 

Atmosfer pagi pun jauh berbeda dengan suasana di siang hari. Pada awal hari, semuanya masih sepi, udara bersih, dan minim aktivitas. Kontras dengan siang yang dipenuhi dengan suara kendaraan yang lalu-lalang, temperatur udara yang meningkat, dan sinar matahari yang sudah bersinar terang. 

Jadi saya coba untuk bisa bangun pagi seperti dulu. Berhasil untuk pagi ini. Dan nyatanya, terasa lebih enak bila bisa bangun di pagi hari. Ketimbang bangun setelah pagi berlalu. Kemudian dilanjut dengan mengetik posting ini. 

Selamat pagi! 

Iklan

2 Replies to “Bangun Dini Hari”

  1. Saya, bangun pagi, berangkat kantor pagi, pulangnya bisa lebih awal, bisa sampai rumah lebih awal, bisa beraktifitas dan bersantai dengan keluarga.
    Rekan saya, datang siang, makan siang telat, balik kerja lagi telat, sore keluar ngopi, lanjut kerja lagi, tau2 jam 11 malam. Hasil kerja gak lebih baik.
    Mana yang lebih baik?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s