Lebaran, Harus Identik dengan Mudik?

Melihat begitu banyak orang yang antusias untuk pulang kampung, saya merasa ikut senang. Pasti para pemudik tersebut sudah merindukan waktu yang spesial untuk bersua dengan sanak saudara. Momen di mana para pemudik dan orang yang di kampung halaman akan bertemu. Saling sapa. Berbincang bersama. Berbagi waktu. Silaturahmi. 

Di lain sisi, merasa prihatin. Mengapa harus mudik bersama-sama dalam kurun waktu bersamaan. Bersaing dengan masa yang memenuhi daya tampung berbagai moda transportasi. Rawan kecelakaan. Ongkos perjalanan yang membengkak lebih tinggi dari kisaran normal. Pun keramaian yang luar biasa menyebabkan tekanan psikis dan fisik yang menyebabkan banyaknya pemudik yang jatuh sakit. Bahkan hingga bertemu ajalnya. 

Mudik ke kampung memang perlu. Namun apa sebegitu pentingnya harus mudik bersamaan. Mudik seyogyanya bisa dilakukan di luar liburan Lebaran. Memang suasananya jauh berbeda dengan waktu lebaran. Tapi ongkos tiket lebih murah, perjalanan tak penuh sesak, dan lebih aman karena kondisi transportasi beroperasi normal. 

Justru dengan tidak mudik di waktu Lebaran, banyak orang yang bisa menghemat pengeluaran mereka. Bisa lebih menghayati nilai Lebaran dengan orang-orang di sekitar. Toh, mudik bukan bagian dari ritual puasa dan kemenangan rohani. Mudik hanyalah tradisi yang melekat dengan kebiasaan di tanah air. Coba di negara lain, mudik saat Lebaran jarang-jarang ditemukan. 

Lebaran tak harus identik dengan mudik. Mudik bisa kapan saja. Lebaran juga bisa dirayakan di mana saja. Bila beruntung ada kesempatan, tentu saja mudik saat Lebaran memang istimewa. Namun tak perlu mengorbankan begitu banyak tabungan untuk moda transportasi yang kemahalan, menempuh resiko di jalanan yang rawan kecelakaan karena derasnya alur mudik, dan menghadapi tekanan stres di perjalanan. 

Iklan

2 Replies to “Lebaran, Harus Identik dengan Mudik?”

  1. Menurut hemat saya, karena di waktu lebaran, keluarga besar yang saat ini tempat tinggalnya saling berjauhan, dapat berkumpul kembali. Waktu berkumpul ini tidak akan bisa didapatkan ketika semua anggota keluarga tidak pulang ke rumah keluarga besar.

    Mereka yang mungkin super sibuk kerja di jakarta atau kota besar lainnya, dan hanya bisa mengambil cuti ketika ingin liburan, (mereka) harus memanfaatkan momen ini untuk temu kangen, yang hanya bisa mereka rasakan satu tahun sekali. Apabila mereka tidak mengambil cuti di waktu lebaran, mereka tidak akan pernah bisa bertemu dengan anggota keluarga besar lainnya karena mereka juga mempunyai jadwal sendiri-sendiri.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s