Alarm dan Bangun Pagi

Dulu sekali sewaktu masih anak-anak, saya bisa bangun pagi secara otomatis. Sebelum sinar pagi merekah, saya sudah membuka mata. Pun melakukan berbagai aktivitas.

Waktu pun bergulir. Anehnya, saya kalah dengan Sang Surya yang sudah nongkrong di angkasa ketika saya bangun kesiangan. Rupanya, tambah umur membuat saya bangun tak lagi sepagi yang dulu. Sepertinya kontrakdiktif. Mengapa tidak bisa lagi bangun sepagi yang dulu?

Jadilah saya menggunakan alarm di ponsel saya untuk membantu membangunkan raga saya yang suka bangun di kala siang. Berhasilkah?

Alarm tersebut memang berhasil membangunkan saya di pagi hari. Sayangnya, setelah mematikan alarm, saya pun tertidur lagi. Ketika bangun, ternyata sudah siang.

Jadi solusinya? Mungkin alarm harus dipasang dengan suara kencang dan ponselnya harus diletakkan jauh dari jangkauan saya. Dengan demikian saya harus bangun berdiri untuk mematikan alarm yang serta merta akan ‘mematikan’ keinginan untuk melanjutkan tidur. Besok akan saya coba. Semoga berhasil.

Iklan

One Reply to “Alarm dan Bangun Pagi”

  1. Setiap manusia dibekali jam biologis. Anda sudah memiliki dan mengaktifkannya, setidaknya pada saat anda masih anak-anak. Sayangnya, tampaknya, Anda memilih untuk meng’off’kan alarm jam biologis anda.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s