Yogya Tanpa Iklan Luar Ruang

Bila Anda mengunjungi Kota Yogya saat ini, Anda pasti akan mendapati iklan luar ruang yang tampak di berbagai bangunan dan di banyak bagian jalan. Bahkan tak tanggung-tanggung, ada papan iklan yang berdiri kokoh di tengah pembatas jalan utama. Pun disertai dengan lampu yang membuat isi iklannya tampak mencolok di malam hari.

Iklan luar ruang tersebut memberikan kontribusi pemasukan pajak yang besar untuk pemerintah kota. Yang selanjutnya bisa dipergunakan, seyogyanya, untuk perbaikan dan peningkatan infrastruktur kota. Makin banyak iklan berjejalan di berbagai penjuru kota juga mengartikan roda ekonomi bergerak dinamis. Jelas iklan luar ruang mampu mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat kepada produk atau jasa yang ditawarkan di iklan tersebut. Yang akhirnya mempercepat proses mengalirnya uang sekaligus distribusi barang. Iklan luar ruang memang ada gunanya untuk ekonomi.

Namun di lain sisi, iklan luar ruang yang berlebihan dan terlihat tak teratur sudah mengurangi keindahan kota yang identik sebagai salah satu pusat kebudayaan di tanah air. Coba saja untuk mengambil gambar di wilayah perkotaan, ada tantangan tersendiri untuk memotret bagian kota yang tak tercemari oleh iklan komersial. Bahkan di bagian-bagian Yogya yang menjadi atraksi wisata, ada banyak papan-papan iklan, tempelan berbagai poster iklan, dan pesan sponsor yang terlalu vulgar.

Beberapa kota di dunia sudah berani meniadakan, atau setidaknya meminimalisasi, adanya iklan luar ruang. Didukung dengan kebijakan pemerintah kota dan dibantu oleh masyarakatnya, kota-kota tersebut memiliki pemandangan kota yang lebih natural. Lebih indah. Lebih rapi. Tindakan seperti ini tidak mudah dan memerlukan usaha dan proses yang panjang.

Pernahkah Anda merasa jenuh dengan tampilan iklan operator telepon yang bahkan dicat di tembok bangunan besar, tawaran agar hidup Anda lebih ‘macho’ dengan menghisap rokok, atau promosi makanan cepat saji yang terlihat di banyak tempat di Yogyakarta? Ditambah pula dengan iklan berbagai universitas dan sekolah yang seharusnya bisa ditawarkan dengan lebih elegan melalui media massa. Coba bayangkan bila iklan-iklan itu berhasil dihilangkan? Kita akan bisa melihat keindahan Kota Yogyakarta seperti belasan tahun yang silam. Bangunan bersejarah tampak penuh. Jalanan pun enak dipandang. Pun pepohonan yang hijau seperti Beringin akan tampak kokoh dan membuat Yogya menjadi lebih teduh. 

‘Yogya tanpa iklan luar ruang’ menjadi impian bersama. Kecuali bagi para pengusaha iklan luar ruang yang dengan rakusnya ‘melahap’ berbagai ruang publik dan jalanan kemudian menggantinya dengan berbagai iklan yang menarik perhatian sekaligus memuakkan. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s