Acara Courtesy of YouTube

Sudah beberapa kali saya menonton acara yang kontennya berasal dari berbagai potongan video di YouTube. Tak hanya sepotong dua potong. Namun keseluruhan acaranya. Padahal konten video-video tersebut aslinya juga hanya ‘mencuri’ dari acara di televisi atau film dokumenter. Pertanyaannya, mengapa program televisi tersebut tidak membeli kontennya langsung dari rumah produksi yang memiliki hak cipta tayangan tersebut?

Sederhana. Membeli konten jelas tidak murah. Bila pun murah, pun masih ada faktor acara tersebut mungkin tak terlalu banyak menangguk untung dari iklan televisi. Lebih praktis, cepat, dan ekonomis saat mengambilnya langsung dari YouTube. Tak perlu membayar siapa pun. Cukup menorehkan tulisan ‘Courtesy of YouTube’. Yang sering kali ditutupi atau tertutupi oleh tampilan logo atau judul acara televisi yang ukurannya besar. Toh, penonton juga tak terlalu peduli asal dari konten acara tersebut. Bila menarik, pemirsa akan menontonnya. Bila tidak, ya tinggal ganti saluran televisi.

Bayangkan, video di YouTube yang tak jelas hak ciptanya, karena banyak yang diunggah oleh penggunanya tanpa memperhatikan boleh tidaknya suatu tayangan diedarkan tanpa izin, dicomot dengan gampangnya untuk dirangkai menjadi acara. Cukup ditambah, ya itu tadi, embel-embel ‘Courtesy of YouTube’. Jelas tidak menghargai hak cipta dari suatu tayangan. Bila satu program televisi mulai melakukannya, kemudian ditiru oleh program televisi lainnya. Cukup comot, modifikasi, tayangkan. Berujung pada jumlah pemirsa dan fulus dari iklan.

Mudah, kan? Murah juga. Bila begitu, ya seperti itulah model tayangan televisi yang cukup sering muncul di negara kita. Legalitasnya hanya sebatas tulisan kredit. Bila memberikan kredit, harusnya ya ditujukan kepada mereka yang benar-benar memproduksi tayangan video aslinya. Bukan diberikan kepada pengunggahnya atau YouTube sebagai platform berbagi video online yang paling populer di dunia. Tentu saya pasti akan ada pengunggah yang kebetulan juga pembuat video aslinya. Namun sangat sulit membuktikannya, bukan? Kecuali bila memang benar-benar dilacak. Tapi siapa yang peduli dengan itu.

Seharusnya pihak regulator, pengatur acara, dan pihak pengawas acara televisi mulai mencari cara agar tayangan ‘Courtesy of YouTube’ tidak terus-menerus dibiarkan. Ditegur. Dihentikan. Diganti dengan tayangan yang lebih bermutu dengan konten yang legal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s