Bentakan yang Mengikis Jiwa

Manusia memiliki mulut yang berfungsi untuk mengeluarkan berbagai jenis suara. Merdu, nyaring, melengking dan mendesah. Dengan begitu manusia bisa berkata-kata dan bernyanyi. Volume suara pun bisa sangat keras dan sangat lirih. Ada intonasi. Ritme yang berbeda-beda. Mulut manusia memang bisa menghasilkan berbagai suara yang sesuai peruntukannya.

Namun dari segala suara yang dihasilkan manusia, saya paling tidak suka suara bentakan. Bentakan tak selalu negatif. Perlu untuk memperingatkan orang lain semisal bila hampir terserempet sepeda motor. Perlu juga digunakan untuk konfrontasi dengan orang lain. Hanya saja, bentakan tetap saja tak mengenakkan. Terutama bila dipakai terlalu sering dan untuk hal yang kurang penting.

Beberapa hari terakhir ini, saya selalu mendengar suara bentakan yang asalnya dari rumah sebelah. Bila dipikir-pikir, jarak dari rumah sebelah dengan kamar saya cukup jauh. Sehingga teriakannya tak benar-benar saya pahami. Apapun itu, suara tersebut jelas-jelas sebuah bentakan. Berbeda dengan saat saya melewati rumah sebelah, suara bentakannya menggelegar. Ternyata suara bentakan itu berasal dari majikan perempuan kepada pembantunya. Saya tak bisa melihat langsung ke dalam pagar rumah itu. Tapi mendengar bentakan tersebut saja sudah membuat hati saya miris. Seakan-akan saya sendiri yang sedang dibentak saat itu juga. Sungguh saya tak bisa membayangkan bila saya yang mendapat bentakan seperti itu setiap hari. Pagi, siang, sore dan malam. Miris. Sungguh.

Pun saya juga beberapa saat ini mendengar bentakan-bentakan di kantor. Meskipun berbagai bentakan tersebut tidak dilayangkan kepada saya, tetap saja saya susah berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan saya. Kantor yang mana seyogyanya semua orang bertindak bijak dengan tutur kata yang baik dan saling menyemangati malah berubah menjadi ajang melontarkan kata-kata dengan sekeras mungkin. Kantor menjadi tak nyaman. Memangnya siapa yang suka dibentak-bentak dengan seenaknya.

Bentakan sangat berbahaya. Setiap bentakan hanya akan mengikis jiwa kedua belah pihak. Orang yang membentak dan orang yang dibentak. Ada kebencian yang tumbuh dalam setiap bentakan. Bentakan juga bisa menular. Bila seseorang yang bekerja di kantor sering dibentak klien atau atasannya, di rumah dia bisa saja jadi sering membentak anak atau pembantunya. Kemudian anak atau pembantunya ikut-ikutan membentak. Bila tidak pada orang lain ya bentakan melayang ke binatang peliharaan. Repot bila sudah seperti itu. Bahkan kita sering mendapati berita pembunuhan. Misalnya seperti ini, anak belasan tahun membunuh ibunya karena tak tahan lagi dibentak setiap hari.

Bentakan juga berpengaruh terhadap kesehatan badan. Orang yang sering membentak sekaligus yang dibentak mungkin memiliki denyut jantung yang tak beraturan, nafas yang tersengal-sengal, dan terlalu sering berkeringat karena cemas. Lama-lama, bisa jadi mengalami gejala gangguan jantung, perut sering maag karena nafsu makan menurun, dan gejala penurunan aktivitas seksual. Dengan semua kerugian dan efek samping bentakan, baik bagi yang membentak dan dibentak, ada baiknya bila bentakan hanya digunakan bila perlu saja. Dengan begitu, hidup menjadi lebih damai dan nyaman untuk ditinggali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s