Hobi Membaca dan Kebiasaan Membaca

Baru saja saya tersadar bahwa hobi dan kebiasaan itu tak sama. Semisal aktivitas membaca. Ada perspektif yang berbeda antara hobi membaca dan kebiasaan membaca.

Mungkin di tanah air di mana tingkat membaca masih kurang, orang yang bilang bahwa hobinya membaca biasanya dianggap memiliki hobi yang positif. Hobi membaca mengasumsikan bahwa orang tersebut membaca lebih sering dan lebih banyak dibanding rata-rata orang.

Namun di negara lain, sebut saja Inggris dan di Jepang, rupanya jarang-jarang ada yang bilang memiliki hobi membaca. Apakah itu berarti mereka jarang membaca? Rupanya tidak. Justru membaca itu suatu kebiasaan sehari-hari. Membaca di mana saja. Baik di transportasi publik, di perpustakaan, di kafe, dan tentu saja di rumah. Membaca sudah menjadi kegiatan rutin sama seperti halnya makan, minum, dan mandi.

Bila masyarakat di negeri kita memiliki minat membaca yang lebih tinggi dibandingkan sekarang ini, bisa jadi di masa depan tak ada lagi yang menjawab aktivitas membaca sebagai hobi. Membaca akan menjadi kegiatan yang umum dilakukan di mana-mana dan oleh siapa saja.

Tiba-tiba saya jadi ingat dengan pemandangan sehari-hari di Kota Yogya. Banyak orang mengonsumsi buku, majalah, dan surat kabar setiap saat. Aktivitas ini tak hanya didominasi para pelajar, kaum terpelajar, dan cendekiawan. Para sopir bis, tukang becak, pekerja bangunan, dan penjual makanan di tepi jalan pun sering terlihat membaca saat beristirahat dan memiliki sedikit waktu luang.

Coba Anda tanya apakah membaca merupakan hobi mereka. Pasti mereka bakal tertawa kalau Anda berasumsi bahwa mereka punya hobi membaca. Mereka malah tertawa karena mereka berpikir sebuah hobi itu hanya untuk orang yang kaya, pintar, atau punya banyak waktu.

Uniknya meski mereka berpikir mereka tak terpelajar dan jelas tak punya waktu karena sibuk bekerja; mereka masih sempatkan waktu untuk menyerap kata demi kata yang tertulis. Karena untuk mereka, membaca itu bukan sekedar hobi. Membaca itu kebiasaan sehari-hari. Membaca itu salah satu kebutuhan hidup.

Coba bila kebiasaan membaca seperti di Kota Yogya juga berlaku di kota-kota lain di tanah air, bisa jadi makin banyak warga negara yang dicerahkan pemikirannya. Hobi membaca pun lambat laun sirna karena hobi membaca sudah berubah menjadi kebiasaan membaca.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s