Kamus Cetak dan Kamus Online

Saat masih kuliah, saya sering sekali menggunakan beberapa kamus cetak sekaligus untuk melihat padanan kata Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Maklum karena saya bekerja paruh waktu sebagai penerjemah. Pun karena dalam kuliah perlu untuk mengerti banyak kata Bahasa Inggris.

Setelah belasan tahun, kini saya tak pernah lagi membuka kamus cetak tersebut. Bila ada rujukan Bahasa Inggris yang ingin saya ketahui arti atau padanannya; saya pun tinggal membuka kamus online yang bisa dibuka secara gratis di Internet. Praktis. Cepat. Gratis.

Kamus cetak pun hanya tergeletak. Tebal-tebal memenuhi rak dan hanya mengumpulkan debu. Toh, makna kata selalu berubah dan bila menggunakan kamus cetak bisa saja artinya sudah ketinggalan jaman. Lagipula bermunculan kata-kata baru yang tercipta karena pengaruh jaman.

Kadang-kadang saya berpikir bahwa kamus-kamus cetak itu baiknya dijual saja. Soalnya dulu membelinya pun tak murah. Bila didonasikan rasanya juga sayang. Namun untuk menyimpannya lebih lama juga sepertinya tak praktis.

Sepertinya masa untuk kamus cetak sudah tinggal menghitung hari. Di masa depan mungkin kamus-kamus tersebut sudah tinggal kenangan. Dimiliki orang sebagai koleksi namun fungsinya sudah berkurang dibanding jaman dulu ketika Internet belum dipakai oleh banyak orang dan belum tersedianya kamus online.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s