Pelemparan Batu pada Kereta Api

Tak sering kita dengar adanya pelemparan batu pada kaca jendela gerbong kereta api. Faktanya sungguh berkebalikan. Salah satu kondektur pada kereta api Malioboro Express yang saya tumpangi beberapa waktu lalu pun membilang bahwa frekuensi pelemparan batu makin bertambah.

Pemicunya pun beragam. Awak bis antar kota yang tak senang karena jalur-jalur kereta api yang memakan penumpang mereka. Penjual asongan dan makanan yang dendam karena tak lagi diperkenankan berjualan masuk ke kereta api. Ditambah lagi keisengan anak-anak atau kemarahan suporter sepakbola saat tim kesayangannya kalah. Yang jelas, bila ada kaca yang pecah atau retak, operator kereta api yang menanggung kerugian karena harus menggantinya dengan kaca yang baru.

Di lain sisi, pelemparan batu tersebut juga membuat keselamatan penumpang dan awak kereta api terancam. Batu yang sanggup membuat kaca jendela gerbong pecah atau retak tentu tak kecil ukurannya. Coba bagaimana bila mengenai kepala atau badan manusia. Pun kejadian seperti ini juga memalukan ketika diketahui oleh turis asing yang makin banyak memilih moda transportasi pada rel ini untuk melancong ke banyak kota di tanah air.

Pelemparan batu seperti ini sudah seharusnya diakhiri. Upaya operator kereta api pun hanya bisa mengurangi kerusakan lebih lanjut dengan pemasangan kaca jendela yang terbuat dari akrilik yang lebih mahal biayanya. Toh kereta api merupakan moda transportasi bersama yang harus dilindungi semua pihak. Bila kualitas pelayanan kereta api membaik, lebih banyak masyarakat yang diuntungkan.

Coba lihat sistem kereta api di negara-negara lain. Jepang dan Inggris. Pun begitu negara tetangga seperti Singapura dan Thailand yang layanan kereta apinya sudah membanggakan karena bekerja dengan baik, terawat dan mengantarkan penumpangnya tepat waktu ke tujuan. Sementara kereta api di tanah air masih cukup miris karena bisa jadi tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda, ada bunyi keras kaca jendela gerbong yang pecah karena batu sewaktu tertidur nyenyak atau melihat pemandangan dari jendela. Mengerikan, bukan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s