Bencana Banjir Lagi

Banjir bukan sesuatu yang baru di tanah air. Sabar musim hujan yang puncaknya sekitar bulan Januari dan Februari, pasti banyak kota yang mengalami banjir. Tak jarang bahkan banjir bandang dan tanah longsor. Tak hanya di kota besar dan ibukota, banjir juga terjadi di kota-kota yang berukuran sedang hingga kecil. Begitulah bencana banjir yang terjadi di bulan pertama di tahun 2014. Terjadi di Jakarta, Manado, Semarang, Pekalongan dan banyak tempat lainnya.

Meskipun banjir merupakan fenomena yang biasa. Langganan. Toh, yang dipersoalkan tetap sama. Pertama adalah bagaimana perbaikan jangka pendek dan jangka panjang untuk mengurangi atau menghilangkan banjir. Kedua adalah kesiapan pemerintah kota dan masyarakat dalam bersiaga menghadapi banjir.

Poin pertama rupanya tetap terfokus pada perbaikan jangka pendek. Memperlebar gorong-gorong ketika jalan di atasnya amblas karena derasnya debit air. Membatasi terjebaknya kendaraan bermotor dengan mengalihkan arah lalu-lintas. Kebanyakan hanya proyek tambal sulam. Dilakukan terpaksa bila sudah terjadi kerusakan. Padahal yang paling diperlukan adalah antisipasi jangka panjang seperti normalisasi sungai dan waduk sehingga tidak lagi ditinggali oleh banyak penduduk, jauh-jauh hari sebelum musim hujan datang.

Poin kedua berhubungan dengan antisipasi warga negara dan pejabat daerah. Meski tahu wilayahnya langganan banjir, toh masyarakat masih suka tinggal di bantaran sungai. Bila permukaan sungai meningkat kemudian meluber sehingga merusak dan merendam rumah warga, tentu itu murni kesalahan warga di bantaran sungai. Jadi bukan tanggung jawab pemerintah dan sukarelawan bila mereka kehilangan rumah yang dari semula memang berdiri secara ilegal dan dibangun sembarangan.

Pun pemerintah kota dan pejabat-pejabatnya harus rajin menindak masyarakatnya yang masih membuang sampah di sungai, hidup di bantaran sungai, dan juga membangun perkampungan yang terlalu padat di lokasi rawan banjir. Rumah susun dan penertiban kampung bisa menjadi solusi mengatasi daerah-daerah yang selalu terendam banjir.

Banjir memang sesuatu yang sulit dihindari. Bukan berarti tidak mungkin dicari solusinya. Selalu ada banyak cara untuk mengatasi banjir. Namun yang paling penting adalah keinginan dan tekad kuat untuk siap menghadapi banjir, dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s