Semangat dan Keringat

Apa pula hubungan antara semangat dengan keringat? Apakah benar bila bersemangat maka cenderung berkeringat? Mungkin pula sebaliknya, berkeringat bikin tambah semangat?

Yang jelas ketika seseorang memiliki semangat maka akan mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Bekerja dengan kesungguhan jelas memerlukan enerji. Setiap pengeluaran enerji dari tubuh manusia tentu berimbas pada keringat.

Tak melulu tindakan dan aktivitas yang memerlukan otot tubuh. Sesuatu yang memeras kerja otak bahkan bisa menuntut enerji yang luar biasa, selaras dengan apa yang harus dipikirkan. Keringat pun mengucur.

Bukankah ada pendingin udara dan kipas angin? Dua alat itu hanya membantu menurunkan suhu ruangan. Bukan mengurangi pelepasan enerji dari tubuh manusia. Dalam kondisi dingin, manusia tetap berkeringat meski tak mudah dilihat.

Dari sisi yang lain, coba lihat orang-orang yang sedang asyik mengudap soto yang panas. Terutama bila sambal ikut dilibatkan. Keringat bercucuran. Herannya makin berkeringat, makin semangat pula menghabiskan mangkok soto tersebut. Sembari terkadang menyeruput teh panas yang tersaji.

Semangat menimbulkan keringat. Makin berkeringat, makin pula bersemangat. Semangat dan keringat memang eksis berbarengan. Hubungannya lekat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s