Bendera Partai

Beberapa hari belakangan ini mulai banyak bendera berwarna-warni dari berbagai partai. Ada yang kuning, merah, biru. Bahkan ada juga yang berwarna-warni. Pemasangan bendera-bendera yang menjuntai di tepi jalanan dan banyak di depan gedung dan rumah membuatnya seperti adegan di film-film perang.

Setiap bendera memiliki teritori masing-masing. Pamali untuk menyerobot lokasi yang sudah dihiasi oleh bendera yang berbeda warna. Meskipun begitu tak jarang ada tim pemasang bendera yang juga ‘bertugas’ menjadi pencabut bendera. Entah berapa banyak yang sudah tertanam pun hilang dari tempatnya semula.

Pengibaran bendera yang ukurannya bervariasi dari kecil hingga yang lebih besar daripada tiangnya diprediksi akan makin ramai dan intensif jelang hari-hari terakhir masa kampanye. Pada saat tenang tak ada yang tahu buat apa kain beribu-ribu meter yang memperlihatkan warna dan logo partai. Mungkin didaur-ulang menjadi baju. Bisa juga taplak. Mungkin alas atau pengganti keset welcome. Sayang bukan bila harus berakhir dengan dibuang menjadi sampah yang mencemari lingkungan.

Makin banyaknya bendera, makin kencang pula agen cetak dan promosi. Tentu para penjual kain dan penjahit. Makin banyak partai, makin banyak pula pembeli yang memesan bendera. Desainnya pun asal jelas dilihat sudah cukup. Tak perlu yang terlalu detil.

Tempat saya pun tak terlewati pemasangan bendera partai. Saya sendiri bukan simpatisan partai. Mau pilih partai apapun saya juga masih belum ngeh. Masih menunggu untuk mendengar visi misi para konstituen politik yang berlomba mengumpulkan simpati supaya perolehan suaranya moncer. Cuma karena rumah saya di tepi pertigaan yang sangat ramai, sepertinya bakal banyak yang akan pasang bendera di sana. Untuk sementara, sudah satu bendera dengan warna kuning yang menghiasi pertigaan itu. Siapa yang memasang atau kapan memasangnya pun saya tak tahu. Tiba-tiba sudah terpasang di sana.

Coba kalau bendera-bendera itu kainnya digunakan untuk pembuatan baju masal nan gratis, pasti banyak kalangan rakyat jelata tak mampu yang akhirnya mendapatkan kebutuhan sandang.

Tapi ya kembali lagi ke topik pemilu. Tak peduli rakyat kebanyakan suka atau tidak, yang jelas pemasangan bendera itu wajib hukumnya. Dengan begitu rakyat banyak bisa punya ide partai apa yang bakal dipilih. Entah itu biru, kuning, merah, hijau, atau warna-warni yang seperti pelangi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s