Hajar Saja, Bleh!

Kagum saya dengan orang-orang yang berani melakukan apa yang mereka inginkan meski hasilnya tak selalu sempurna. Tak terlalu banyak *mikir* yang justru malah tak menghasilkan apapun. Sepertinya mereka langsung beraksi. Konsekuensi itu urusan nanti. Yang penting ada aksinya.

Yang begitu itu yang malah membuat dunia ini terus bergerak. Orang-orang yang berani memulai sesuatu. Penyempurnaan itu urusan nanti. *Toh*, bila menunggu sesuatu hingga sempurna, rasanya akan buang-buang waktu. Lagipula banyak hal yang sempurna bermula dari ketidaksempurnaan.

Mungkin memang tugas kita sebagai manusia untuk menciptakan sesuatu bagi diri sendiri dan sesama. Tugas kita juga untuk memperbaiki ciptaan kita seraya waktu.

Sejarah dunia sudah membuktikan bahwa ketidaksempurnaan akan menjadi lebih baik kualitasnya dengan perbaikan yang terus-menerus. Lihatlah mobil sebagai contoh.

Mobil di tahun-tahun pertama pembuatannya terlihat sangat berbahaya dibandingkan mobil di jaman sekarang. Mobil jaman dulu sangat tidak praktis untuk dikendarai. Hanya bisa berjalan beberapa kilometer saja. Tidak ada mekanisme pengaman bagi pengendara. Bahkan aturan lalu lintas pun belum dibuat sehingga banyak terjadi tabrakan meski kecepatan mobil kala itu masih dibawah kecepatan kuda.

Namun tengok saja produksi mobil jaman modern sekarang ini. Canggih! Mobil yang mampu menyelamatkan pengendaranya dengan mengeluarkan balon pelindung. Mobil bertenaga listrik sehingga tidak bikin polusi di jalanan. Mobil yang bisa melaju kencang dari posisi diam dalam waktu sekian detik. Bahkan mobil yang bisa menyetir sendiri secara otonomi dengan sedikit intervensi dari pemakainya.

Pun persikan semacam itu berlaku untuk hal lainnya. Warung pinggir jalan berubah menjadi restoran yang punya cabang di mana-mana. Gerakan kecil untuk memberikan pendidikan bagi anak bangsa yang tidak mampu menjadi gerakan berskala nasional sehingga bisa memberikan kontribusi lebih besar.

Semuanya itu berawal dari ketidaksempurnaan yang berskala kecil. Tak mulai dari hingar bingar. Justru kesederhanaan untuk memulai itu bermakna. Tanpa ada yang berani memulai, tak ada hasil yang bisa dicapai. Mulai beraksi. Itu kata kuncinya. Bahkan kalau perlu *nekat*.

Seperti yang sering dikatakan oleh banyak anak muda saat ini. Yang intinya sederhana. Lakukan saja.

Hajar saja, *bleh*!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s