1000 Kata, Setiap Hari

1000 kata itu bisa dianggap banyak. Bisa juga sedikit. Tergantung dengan masing-masing orang. Tergantung pula dengan situasi dan kondisi.

Biasanya orang berpikir dan merasa bahwa menggulirkan seribu kata ke dalam halaman kosong itu tak mudah. Bahkan para penulis, kolumnis, reporter yang setiap harinya bekerja untuk merangkai kata, menghasilkan seribu kata juga bisa menjadi sulit. Memang mereka bisa karena terbiasa. Bisa juga karena terpaksa memenuhi tenggat waktu yang sudah datang.

Mungkin kuncinya ada pada ‘terpaksa’ dan ‘terbiasa’.

Mungkin pula harus ditambahi dengan *passion*. Kesukaan untuk menulis. Tak hanya mengonsumsi kata-kata. Tapi juga memproduksinya. Berkreasi. Ciptakan kata-kata dalam untaian kalimat yang membentuk makna dan sampaikan pesan.

Omong-omong tentang seribu kata, hal ini muncul karena beberapa orang menganjurkan untuk mencoba tantangan ini untuk mengasah kemampuan menulis.

Konon, dari tuturan cerita banyak orang, Hemingway sang penulis terkenal memaksa dirinya untuk menulis seribu kata setiap harinya. Tak semuanya berakhir menjadi sesuatu yang enak dibaca. Hanya segelintir karyanya yang akhirnya menjadi populer dan dikenang oleh banyak orang.

Kesimpulan yang bisa dipetik adalah kuantitas menghasilkan kualitas.

Setali tiga uang dengan proses kilang minyak. Ada begitu banyak minyak mentah yang dibakar dalam proses pemurnian untuk menghasilkan bahan bakar murni yang langsung bisa dipakai.

Pun begitu dengan proses mendapatkan emas. Logam mulia yang selalu dicari orang karena dianggap sangat berharga. Ada sedemikian banyak tanah yang mengandung endapan emas yang diolah dengan zat kimiawi dan jumlahan air yang sangat banyak untuk menghasilkan keping-keping emas.

Bila ingin menjadi menghasilkan tulisan yang bagus, harus ada harga yang harus dibayar. Menulis sesering mungkin dengan konsisten. Untuk menghasilkan karya tulis yang berguna dan bermakna.

Mengapa harus seribu kata? Mengapa tidak 100 kata saja biar praktis? Atau bila ingin serius, 10.000 kata?

Jawabannya sepele. 100 kata itu terlalu sedikit. Sedangkan 10.000 kata itu terlalu banyak sehingga bisa memupus semangat orang.

Seribu kata saja. Bila itu bisa dilakukan setiap hari, cepat atau lambat, akan ada kata-kata yang bermakna yang bisa dihasilkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s