Matikan Internet dan Mulai Bekerja

Internet merupakan kebutuhan banyak orang di masa kini. Mengirim email, menyimpan data di komputasi awan, mencari informasi melalui *browser*, berkomunikasi melalui *instant messaging*.

Internet pun menawarkan berbagai macam hiburan yang menyenangkan. Situs yang memperlihatkan gambar-gambar lucu. Layanan video dengan jutaan tayangan gratis yang jauh lebih menarik daripada menonton televisi. Berbagi foto dan pesan dengan keluarga dan teman. Tak ada habisnya. Sebagian orang justru mengakui bahwa hiburan melalui Internet jauh lebih menyenangkan dan praktis ketimbang mengobrol di kafe dengan teman, menonton bioskop, atau melakukan hobi yang tak terkait dengan dunia Internet.

Sayangnya, berbagai hiburan dari Internet bisa diakses dengan mudah, cepat, dan secara *real-time*. Instan! Oleh karena itu, Internet bisa memberikan distraksi bagi penggunanya.

Saat bekerja pun bisa terganggu produktivitasnya gara-gara Internet selalu siap sedia terhubung. Baik melalui komputer dekstop, laptop, tablet, ponsel pintar; yang terkoneksi 24 jam dengan biaya yang makin terjangkau.

Terutama generasi muda yang cukup intim dan secara natural mengenal Internet lebih baik dari generasi sebelumnya. Sepertinya susah untuk tak ‘menyentuh’ Internet sehari saja. Wajar jika Internet memberikan distraksi kepada mereka. Fokus bekerja merupakan hal yang sulit karena memendeknya *attention span* mereka. Sedikit-sedikit buka Facebook. Lalu memotret makanan. Mengecek linimasa kicauan Twitter. Terlalu banyak distraksi yang beda-beda tipis dengan kecanduan.

Oleh karena itu, sekarang ini banyak anjuran untuk mematikan Internet saat bekerja. Dengan begitu, produktivitas tetap terjaga karena bisa menghindari distraksi. *Toh*, meskipun mengandalkan Internet, kita bisa menghidupkan dan mematikannya sesuai dengan keperluan.

Mematikan Internet itu sederhana. Tinggal menonaktifkan sinyal WiFi. Untuk ponsel, bisa mengurangi notifikasi pesan langsung dan surat elektronik sehingga tidak merangsang pemakainya untuk cepat-cepat memeriksa *gadget* mereka.

Bekerja bisa lebih optimal bila Internet mati untuk sementara waktu. Picasso, Leonardo da Vinci, Sebastian Bach, Hemingway bisa menghasilkan karya monumental yang dalam karena mereka fokus bekerja. Andaikan mereka terdistraksi dengan Internet, yang pada waktu mereka masih hidup masih belum eksis, boleh jadi tak ada karya luar biasa yang menjadi warisan umat manusia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s