Menjadi Ibu Rumah Tangga itu Tak Mudah

Dulu ketika saya masih kecil, saya merasa bahwa seorang ibu itu cukup enak kehidupannya. Seorang ibu tinggal di rumah dan bisa kemana saja bila perlu. Tak perlu ke kantor seperti laiknya bapak rumah tangga; yang mana sering lembur dan ada yang harus melakukan perjalanan dinas ke luar kota.

Namun pemikiran saya pun berubah lambat laun seraya tambahnya umur saya. Secara gradual, saya mulai memahami apa saja yang dikerjakan oleh seorang ibu rumah tangga. Tugasnya ternyata sangat banyak. Tak pernah selesai. Seperti apa?

Mengurus rumah. Menata dan membersihkan rumah. Termasuk dapur dan banyak ruang-ruang lainnya. Makin besar rumahnya makin besar pula pekerjaannya. Tak ada namanya pekerjaan rumah yang pernah selesai karena bila berhenti sejenak saja, pekerjaan rumah langsung menumpuk.

Menghadirkan makanan dan minuman itu bukan perkara sepele. Kalau cuma membeli air mineral galon dan menelepon makanan siap saji yang bisa diantar, tentu mudah. Tapi seorang ibu yang baik tentu ingin memberikan asupan pangan yang sehat. Sepraktis-praktisnya makanan, mau tidak mau harus memakan waktu yang tak singkat. Mulai dari berbelanja, menyimpan, mengolah hingga menghidangkannya. Keluarga yang sehat biasanya karena ibu rumah tangganya bisa memasak dengan baik dan sehat.

Membesarkan anak-anak. Ini dia yang luar biasa. Mulai dari mengandung selama 9 bulan, melahirkan, melatih bergerak hingga akhirnya seorang bocah menjadi pribadi yang dewasa dan mandiri. Banyak tantangan. Membesarkan berarti mendidik anak. Belum lagi nanti bila sudah masanya mengantarkan anak ke pelaminan. Rasa senang bercampur sedih karena berhasil mendidik sekaligus ada rasa kehilangan.

Membina relasi dengan pasangannya. Seorang bapak merupakan seorang laki-laki. Seringkali dipandang sebagai ‘anak’ yang paling besar. Sebuah rumah tangga yang harmonis tentu tergantung dari hubungan kedua insan yang sudah sepakat bersama di biduk yang sama. Seorang ibu rumah tangga berperan sebagai pasangan yang saling membantu dengan kepala rumah tangga. Nyatanya tak semua suami itu sempurna. Namun seorang ibu rumah tangga yang hebat pasti mampu menyempurnakan pasangannya. Bila tidak, ya beban mengatur rumah tangga menjadi lebih berat.

Belum lagi mengurus orangtuanya sendiri, mertua, keluarga besar. Masih banyak yang belum disebutkan tugasnya. Terlalu banyak.

Hebatnya, banyak ibu rumah tangga bisa melakukan tugasnya dengan baik. Hingga akhir hayatnya.

Salut untuk para ibu rumah tangga!

Untuk pasangan, anak-anak, cucu; mari hargai jasa ibu rumah tangga. Pun membantunya sehingga bebannya berkurang.

*Catatan.*

Akhir-akhir ini saya membantu urusan dapur untuk keluarga saya dan saya mendapati bahwa capainya luar biasa. Kadang-kadang merasa tak tahan. Padahal itu baru urusan dapur. Oleh karena itu saya merasa seorang ibu rumah tangga itu sungguh luar biasa. Terima kasih saya untuk ibu saya yang sudah bekerja sepenuh hati menyelenggarakan kehidupan di rumah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s