Pameran Kereta Api di Yogyakarta

Seru. Itu yang saya tangkap dari para pengunjung pameran kereta api di Bentara Budaya, Yogyakarta kemarin malam. Tatapan antusias terpancar tatkala hampir semua pengunjung melihat miniatur kereta yang mengular di rel yang berbentuk oval di meja lebar di tengah ruangan. Tua muda, lelaki wanita, semuanya terhibur.

Lucunya, operator kereta miniatur tersebut bukanlah anak kecil. Tapi ‘Anak Betulan Gedhe’. Para laki-laki yang sudah tak bisa disebut bocah yang ternyata memiliki hobi kereta miniatur. Sedangkan anak-anak kecil hanya bisa melotot dengan heran mengikuti kereta kecil yang menapaki rel kereta dengan pelan-pelan. Ibu-ibu juga sesekali bertanya mengapa keretanya bisa keluarkan asap atau bagaimana bisa jalan.

Tak hanya itu, foto-foto dan peta yang tertempel di dinding pun menawarkan fakta sejarah yang menarik. Panitia yang terlibat pameran sama antusiasnya untuk membicarakan kereta dengan pengunjung yang tak henti-hentinya bertanya.

Pameran tersebut memang berfokus pada sejarah perkereta-apian Indonesia sejak awal berdirinya yang memang dibangun oleh perusahaan-perusahaan kereta api Hindia Belanda pada jaman itu.

Antusiasme yang terpancar rupanya bangkitkan salah satu kegemaran saya. Naik kereta. Saya pun jadi mengingat-ingat kereta apa saja yang menurut saya berkesan.

Naik kereta Ekonomi dari Yogyakarta ke Jakarta untuk pertama kalinya ketika saya kecil. Wajar bila saat pertama kali itu biasanya istimewa. Meskipun keretanya waktu itu biasa saja; bahkan penuh sesak dengan penumpang, penjual asongan dan pencopet.

Kereta yang sederhana lainnya juga ternyata memberi nostalgia tersendiri. Yaitu Prambanan Express yang hubungkan Yogya dengan Solo.

Namun ada tiga yang luar biasa bagi saya. Tiga paling top bagi saya. Nomer tiga, perjalanan kereta 24 jam dari Qinghai di daratan China ke Lhasa di dataran tinggi Tibet. Terinspirasi dari film A World Without Thieves yang dimainkan Andy Lau dan Renee Liu.

Berikutnya di nomer 2 adalah perjalanan kereta dengan California Train, yang disingkat CalTrain, dari Santa Clara, California hingga ke San Francisco. Kereta yang ukurannya besar dan memiliki dua dek, atas dan bawah. Kereta yang masif melintasi punggung perbukitan California.

Dan perjalanan kereta nomer 1 adalah naik Shinkansen. Tak peduli jalur yang mana, asalkan sudah berada di dalam kereta peluru tersebut rasanya menyenangkan. Rasanya tak pernah puas untuk kembali naik kereta tersebut. Saya ingat pertama kali naik kereta itu di perjalanan dari Tokyo ke Nagoya. Yang kemudian dilanjutkan dengan tujuan Kyoto. Namun itu belum seberapa dibanding perjalanan Shinkansen dari Aomori di ujung Utara Pulau Honshu menuju Osaka. Sampai pantat kesemutan dan badan pegal karena terlalu lama tapi rasanya senangnya berlipat-lipat.

Bila saya tak pernah sering-sering *nongkrong* sore hari dengan bapak saya di pinggiran Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta ketika saya masih kecil; mungkin saya tak terlalu tertarik dengan yang namanya kereta api. Tapi justru mungkin saat spesial di waktu kecil itu yang membuat saya suka dengan kereta api.

Saya masih menyimpan beberapa mimpi untuk melakukan perjalanan kereta api lainnya. Untuk sementara memang masih berupa angan-angan. Saya ingin menikmati sistem kereta api Korea Selatan terutama dari Seoul ke Busan. Melintasi Taiwan dari Utara ke Selatan dengan kereta api cepatnya. Menjelajahi Eropa dengan Eurostar. Yang terakhir, tertarik juga menjajal kereta api dari London ke Edinburgh dengan melewati stasiun kereta api yang menjadi latar belakang film Harry Potter.

Tiba-tiba terlintas lagu anak-anak yang klasik. “Tut… tut… tut… bunyi kereta…” Saya tak hapal syairnya. Yang saya tahu lagu tersebut lekat dengan rasa suka saya dengan kereta.

Ah, belum lagi ditambah dengan trem dan kereta gantung. Nanti bila sempat akan saya ceritakan di postingan yang lain….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s