Susahnya Mengucapkan Kata Permisi

Kejadiannya terjadi beberapa hari yang lalu di sebuah pusat perbelanjaan. Saat saya sedang mengudap pempek dan menikmati segelas teh hangat di sebuah meja tunggal dengan dua bangku yang berhadapan.

Tiba-tiba entah tak dinyana, seorang ibu-ibu duduk dengan santainya di depan saya.

Saya duduk di salah satu sisinya. Satu sisi lainnya kosong. Coba bayangkan bila seseorang yang asing tiba-tiba duduk di depan Anda. Tanpa basa-basi. Tanpa kata permisi. Tak ada pula kata maaf.

Kaget? Tentu saja tidak. Saya sudah biasa menghadapi hal-hal sepele yang kurang berbudaya seperti itu.

Rikuh? Jelas! Bangku di depan saya yang tadinya kosong tiba-tiba ada yang duduk.

Tapi ya sudah. Bisa saja saya marah. Memaki. Bila perlu memelototi orang tak sopan di depan saya itu.

Namun saya memilih hal yang sebaliknya. Saya tetap melanjutkan menyantap pempek dan munyeruput teh hangat saya. Setelah selesai dan merasa kenyang, saya pun siap-siap berdiri.

Saya sempatkan beberapa detik untuk menyapa orang di depan saya itu. Saya ucapkan kata permisi pada ibu-ibu itu. Kemudian mengingatkan supaya dia bisa mengucap permisi dulu sebelum duduk di meja orang.

Saya pun tak mau menunggunya mengucapkan sesuatu. Mungkin dia masih terkejut. Biar saja.

Memang harus diberitahu atau diingatkan supaya sadar. Dengan begitu, di masa depan ibu tersebut bisa mengucap permisi dan bertindak lebih santun.

Mengucap permisi itu mudah. Bagian dari kehidupan sehari-hari yang santun. *Toh*, tak semua orang mampu secara otomatis mengucapkannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s