Curhat

Curahan hati. Sebagai manusia tentu punya kebutuhan untuk mengatakan sesuatu yang ada di benaknya kepada orang lain. Memang tidak terlalu jelas mana yang urusan hati dan mana yang menjadi domain otak. Umumnya tercampur menjadi satu. Curhat bisa jadi malah campuran perasaan dan pikiran di saat yang sama.

Menyoal curahan hati, tentu ada orang yang hanya membatasi dirinya untuk mengutarakan apa yang mengganjal ke sedikit orang. Namun banyak juga yang mengumbarnya ke forum terbuka.

Malahan ada yang curhat pun pakai curi-curi. Pernah dengar istilah *curcol*, kan? Curhat colongan. Yang mana terlihat tidak ingin curhat tapi sebenarnya *pengin* sekali mencurahkan isi hatinya sebanyak-banyaknya saat itu juga karena tak tertahankan lagi.

Curhat itu ada kalanya seperti buang sampah. Mungkin karena sibuknya orang-orang di jaman sekarang sehingga tidak punya waktu dan sebenarnya malas kalau harus menjadi ‘tempat buang sampah’ bagi perasaan hati dan pikiran orang lain.

Malah ada merasa jengkel karena mau curhat malah kedahuluan menjadi tempat curhat. Bukannya ‘sampah’ berkurang malah jadi bertambah. Susah, *kan”?

Lalu bagaimana kalau tidak ada teman atau orang yang bisa *dicurhatin*?

Bagikan saja curhat di Facebook atau Twitter. Tentu saja ini tidak direkomendasikan karena otomatis tempat publik maya bisa menjadi ajang ‘buang-buang sampah’. *Ga* asyik, *kan*? Pun rasanya tidak etis kalau isi curhatnya juga sifatnya sensitif. Jadi kalau bisa tidak curhat di sosial media, rasanya lebih baik.

Kalau sudah tak tertahankan lagi? Mungkin baiknya buka saja http://www.curhat.com. Baru saja saya temukan pagi ini. Ternyata ada *toh* situs khusus untuk curhat. Boleh juga. Tentu isinya *ya* curhatan banyak orang. Sudah jelas secara eksplisit dari alamat situsnya.

Curhat sepertinya memang suatu hal yang sepele. Tapi curhat yang sungguh-sungguh tak lagi bisa dibendung mungkin bisa menjadi hal yang berbahaya. Awalnya hanya frustasi. Berkembang menjadi depresi. Lalu bunuh diri.

Repot, *kan*? Jadi curhat harus diperhatikan dengan semestinya. Kebutuhan bagi banyak orang. Yang kalau terpenuhi bisa membuat seseorang menjadi lega; seperti sehabis buang air besar dengan sempurna. *Plong*!

Lalu bisa menapaki kehidupan ini dengan ringan dan riang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s