Makan Sehat itu Tak Mudah

Kalau hanya menyoal menyantapnya mungkin tak begitu susah. Tinggal buka mulut dan menyantap makanan yang sehat di depan mata.

Yang tidak mudah adalah bagaimana menghadirkan makanan sehat setiap hari.

Bila kaya raya lalu tinggal menggunakan jasa katering makanan sehat jelas memungkinkan. Bila tidak, uang bulanan bisa tekor. Terutama keluarga yang jumlah mulut yang harus diberi makan cukup banyak.

Lalu bagaimana bila tingkat ekonominya sedang-sedang saja? Tentu harus pintar-pintar mendapatkan sumber makanan, mentah dan matang, yang cukup terjangkau. Bisa dari pasar tradisional, pasar modern, atau berkebun sebagian sayuran (yang mana tak semua orang mau dan mampu melakukannya).

Setelah itu tentu harus belajar untuk mengolah makanan dengan sehat. Tidak banyak goreng-goreng, lebih sering dengan merebus, hingga memahami mana bumbu yang sehat dan kurang baik untuk badan.

BIla sudah, masih ditambah dengan *timing* makan yang teratur. Cara mengasupnya dengan benar. Kelihatannya sederhana, bukan? Cuma *ga* segampang itu. Buktinya banyak yang lupa makan padahal sudah jam makan. Ada yang makan terburu-buru sehingga tak tercerna dengan baik. Malahan ada yang sampai mati tercekik gara-gara makan tidak hati-hati sehingga duri ikan ikut tertelan dan macet di kerongkongan.

Tiga poin di atas saja sudah membuktikan bahwa mendapatkan sumber makanan, mengolahnya, menyantapnya bukan hal yang mudah. Menantang.

Namun bukan berarti tidak bisa diterapkan. Bila memang sungguh-sungguh, makan sehat itu bisa. Niat atau tidak. Itu masalahnya.

Sebagai bangsa yang baru 50 tahun merdeka, maklum kalau masalah pangan ini menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan dengan mudah.

Apalagi ada hubungan yang erat antara tingkat pendidikan yang rendah dan tidak merata dengan kemampuan menghadirkan makanan sehat. Di saat yang sama, bila asupan makan sehari-hari tak sehat tentu menghasilkan insan-insan yang umumnya berpendidikan rendah justru karena kurang gizi sehingga tak optimal daya belajarnya.

Di luar itu, masih ada faktor lain sehingga banyak orang tak bisa makan sehat. Harga bahan makanan terlampau mahal karena banyak bahan mentah masih impor dari negara lain. Kaget? Tak perlu. Sudah banyak orang yang tahu. Mulai dari kedelai, bawang, beras. Belum lagi buah-buahan. Terigu dan sapi pun juga harus mendatangkan dari luar negeri. *Ngeri*, bukan? Maklum kalau harga bahan pangan naik saat Dollar dari Negeri Paman Sam ikut menanjak.

Tapi *ya* itu. Kalau memang niat makan sehat, pasti bisa!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s