Polisi dan Kampanye dengan Pawai Sepeda Motor

Aturan lalu-lintas sudah sangat jelas menyebutkan bahwa pemakai sepeda motor harus memakai helm ketika berkendara di jalan umum. Semua pengendara harusnya sudah paham dan melakukannya karena aturan tersebut ada dalam ujian mendapatkan Surat Ijin Mengemudi. Helm wajib dipakai karena membantu keamanan pengendara bila terjadi kecelakaan lalu-lintas.

Polisi pun memiliki tugas yaitu mengingatkan mereka yang tak mematuhi aturan lalu-lintas. Bila perlu, pelanggar aturan lalu-lintas harus dikenai sanksi bila terbukti melakukan pelanggaran. Salah satunya bila tak memakai helm saat berkendara di jalan.

Lalu apa yang terjadi dengan kampanye dengan pawai sepeda motor?

Puluhan hingga ratusan pengendara sepeda motor bersama-sama memakai baju dan atribut partai. Tergantung dengan warna partai politiknya. Ada yang merah, hijau, kuning, biru, atau warna-warni. Mesin motor pun dibikin meraung-raung sehingga terdengar dari jarak jauh. Berbarengan melaju di jalan besar dan kecil untuk berkeliling supaya menarik perhatian publik.

Berbeda partai tapi ada satu kesamaan dalam pawai sepeda motor tersebut yaitu kebanyakan peserta pawai tidak mengenakan helm.

Padahal pawai bersama-sama sangat berbahaya karena sepeda motor bisa bersenggolan, bertabrakan, dan jatuh. Tentu saja tak semua partai seperti itu. Ada salah satu parpol yang tertib di jalanan dan mengenakan helm sayangnya mereka malah membawa-bawa anak-anak kecil dalam pawai berkendaraan.

Pertanyaan yang mengemuka. Mengapa aparat polisi tidak menindak pawai kendaraan yang tak mematuhi aturan lalu-lintas dengan mengenakan helm. Apakah karena pawai dilakukan berombongan dengan jumlah peserta pawai yang bisa berjumlah puluhan hingga ratusan sehingga polisi takut menindak?

Coba bila polisi bersikap tegas sehingga para peserta pawai berkendaraan motor mau tak mau menaati aturan memakai helm; tentu pawai menjadi lebih aman dan teratur.

Meskipun jumlah pawai berkendaraan tak sebanyak dan tak seramai tahun-tahun pemilu yang lalu; tetap saja ada perasaan mirih dan gerah bila berpapasan dengan pawai seperti itu. Kesannya *ugal-ugalan*. Pemakai jalan yang lain harus cepat-cepat minggir bila tak ingin terkena makian atau mendapat pelototan mata dengan sikap mengancam.

Harapannya, pawai seperti ini menjadi yang terakhir di pemilu 2014. Di masa depan, kampanye lebih bagus dan mengena bila menggunakan perangkat komunikasi massa dan sosialisasi melalu media massa. Tak perlu berombongan memakai motor yang mesinnya meraung-raung seperti sedang kesetanan. Setuju?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s