Menulis Buku itu Olahraga Mental

Sudah lama saya tidak aktif menulis buku. Kadang-kadang membuat draft. Sesekali mengembangkan menjadi paragraf. Namun belum tuntas. Ide ada. Bahkan hasil akhirnya sudah bisa ‘dilihat’. Tak selesai juga.

Mungkin benar adanya menulis itu memerlukan ketekunan. Ide mudah didapat. Namun yang paling diperlukan adalah kemauan dan kemampuan untuk menuangkannya sedikit demi sedikit ke dalam halaman-halaman kosong.

Lebih daripada itu, menulis buku merupakan olahraga mental. Bila rajin mengolah raga maka badan sehat. Bila kerap dan konsisten menulis maka tuntaslah sebuah buku. Bahkan bisa lebih.

Sudah lama memang… Namun jemari kaku tak bergeming meski tangan sudah ‘bertengger’ di atas papan kunci laptop.

Sebuah obsesi yang tertunda. Maklum bukan prioritas utama saat ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s