Dendam dalam Film dan Drama Korea

Salah satu unsur yang ‘menjual’ dalam banyak film dan drama adalah dendam. Terutama dalam film dan drama jaman perang, era raja-raja berkuasa, dan persaingan bisnis.

Unsur dendam menjadi alasan bagi si tokoh protagonis untuk melawan si tokoh antagonis.

Uniknya dalam banyak film dan drama Korea — sejauh yang pernah saya tonton sendiri atau minimal saya baca ulasan dan sinopsisnya — unsur dendam lebih menonjol dibanding film dan drama dari negara dan budaya lainnya. Dendam menjadi sedemikian pentingnya. Dendam menjadi alasan film dan drama tersebut ada. Bukan hanya bumbu semata.

Kalau dendam muncul dalam film dan drama mengenai jaman kerajaan yang mana ada perang, rasanya cukup wajar. Namun dendam juga muncul dalam genre percintaan. Bahkan dalam genre komedi, ada dendam yang harus dibalaskan.

Mari kita lihat, seperti apa sih unsur dendam yang menjadi latar belakang sebuah cerita. Ini hanya sebagai ilustrasi saja.

Pembantaian Keluarga*

Sebuah keluarga dinasti yang semua anggota keluarganya dibunuh dengan kejam karena ada kudeta oleh menteri yang kejam. Kemudian satu atau beberapa anggota keluarganya yang selamat — karena beruntung, suratan takdir atau kebetulan semata — menggalang kekuatan untuk menumpas menteri yang zalim.

Miskin Lalu Kaya Raya

Seorang anak yang miskin dan jalan hidupnya berliku-liku. Pada dasarnya anak tersebut memiliki hati yang baik. Namun berbagai cobaan datang. Tak menyerah, segala tantangan dihadapi. Yang dulunya miskin kemudian dengan determinasi yang tinggi menjadi sangat kaya. Dendam terhadap kondisi finansial pun terbalaskan sudah. Boleh jadi kalau dulu ada orang kaya yang menghinanya, sekarang setelah kondisinya berbalik, si orang kaya tersebut kalah telak.

Mengejar Cinta Hingga Ke Neraka

Tak terima karena ditolak cintanya, seorang laki-laki terus meneror perempuan idamannya. Tak hanya mengikutinya kemana pun sang pujaan hatinya pergi, lelaki yang terobsesi ini melakukan banyak tindakan tak terpuji untuk menggapai cintanya. Berusaha merebut si perempuan dengan banyak cara seperti menagih hutang keluarga supaya bisa mengawininya. Mati-matian melukai atau membunuh pria kekasih hati si perempuan. Bahkan menghasut banyak orang sehingga si perempuan menjadi susah hidupnya. Boleh dibilang, kalau tak bisa mendapatkan perempuan pujaannya maka tak seorang pun boleh memilikinya. Intinya lose-lose solution. Surga tak didapat, neraka pun boleh.

Mendadak Hantu

Meninggal secara wajar, roh pun ikhlas untuk meninggalkan dunia nyata untuk pergi ke alam fana. Beda ceritanya kalau tewas secara mendadak dan menyadari dirinya berada di ‘dunia lain’. Tak rela tinggalkan dunia dan keluarganya. Tragisnya kalau tewas karena suatu pembunuhan. Meskipun sudah mati, si hantu penasaran pun mati-matian mengetahui alasan mengapa dia dibunuh. Tak cukup itu. Sepertinya sudah seharusnya ‘mata diganti mata’. Bila dendam sudah tuntas terbayarkan, si hantu pun akhirnya mau menerima takdirnya untuk ke surga atau neraka.

Ada Lagi Lainnya?

Mungkin ada kisah lainnya yang terinspirasi secara mendalam oleh dendam. Cuma saya tak tahu. Makin banyak film dan drama yang dihasilkan, otomatis akan ada ide-ide baru yang digali; baik yang umum terjadi di kehidupan sehari-hari atau yang kontroversial.

Maklum, sejarah kelam negara yang bertetangga langsung dengan Korea Utara, China, Jepang memang tak pernah lepas dari ingatan orang Korea Selatan.

Berkali-kali kekaisaran China dari berbagai dinasti mencaplok wilayah Korea yang waktu itu masih berbentuk kerajaan-kerajaan kecil. Invasi Jepang mulai dari era Hideyoshi hingga kekaisaran Jepang yang menonjolkan fasisme dan militerisme. Pun ditambah Korea Utara yang selalu mengancam karena hingga saat ini statusnya masih berupa gencatan senjata. Setiap saat, sepertinya bisa saja negeri yang dipimpin pemerintah diktator itu menyerbu Seoul dan kota-kota lainnya.

Oleh karena itu, dendam menjadi unsur yang tak pernah lepas dari film dan drama Korea. Pembalasan dendam. Melawan orang yang hendak balas dendam. Dendam tak terbalas. Menyimpan dendam. Apapun film dan dramanya, dendam eksis dalam alur ceritanya.

Namanya juga dendam. Jadi wajar bila sepertinya film dan drama Korea itu sadis dan tragis. Toh, nyatanya malah membuat film dan drama Korea laris manis dinikmati banyak orang di penjuru dunia.

Tentu juga karena ditambahi dengan hadirnya bintang-bintang Korea yang cantik dan tampan; entah asli atau sudah dipermak. Ada suguhan makanan yang lezat yang selalu nongol di adegan-adegannya. Pun latar belakang kota besar yang modern dan pemandangan alam yang indah menjadikannya enak ditonton.

Film dan drama Korea memang menarik dan unik. Unik karena dendam menjadi unsur yang menyatu dalam jalinan ceritanya. Suka film atau drama tentang dendam? Tonton saja film dan drama Korea.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s