Penembakan dan Kepemilikan Senjata Api

Di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat, ada perdebatan yang seru dan tak pernah habis-habisnya menyoal kepemilikan senjata api oleh warga negara. Ada yang setuju. Ada pula yang habis-habisan menentangnya.

Pihak yang mendukung percaya bahwa setiap orang boleh memiliki senjata api karena berguna untuk perlindungan diri. Dengan dalih bahwa warga negara bisa secara swadaya mempertahankan diri dari penyerangan dan perampokan. Fakta memang berbicara bahwa tingkat kriminalitas yang tinggi di banyak wilayah di Amerika Serikat yang sering tidak mendapatkan perlindungan dari aparat keamanan negara membuat warganya merasa perlu untuk melindungi dirinya. Yaitu dengan memiliki secara resmi dan mampu menggunakan senjata api.

Sebaliknya mereka yang tidak setuju berpikir bahwa kepemilikan senjata api justru bisa menimbulkan masalah tersendiri. Bila ada asumsi bahwa pengguna bisa menggunakan senjata api secara baik secara bijaksana, tentu tak ada yang perlu dikhawatirkan. Realitasnya sangat berbeda karena sudah banyak kejadian kriminalitas yang menggunakan senjata api. Jelas kepemilikan senjata api bisa membuat banyak orang menjadi resah ketimbang merasa aman.

Baru-baru ini terdapat berita yang menggemparkan di Isla Vista, California. Seorang pemuda yang frustasi dengan hidupnya melancarkan serangan membabi-buta menggunakan beberapa senjata api sekaligus. Korban jiwa berjatuhan. Pun masih ditambah oleh mereka yang luka-luka parah. Kemudian setelah terlibat baku-tembak dengan aparat keamanan, pemuda ini pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan senjata api yang dibawanya.

Yang mengejutkan banyak pihak, pemuda tersebut sudah lama merencanakan tindak kejahatannya. Ada dendam yang dipendam sangat lama. Meskipun beberapa kali tertunda dan hampir ketahuan, pemuda ini akhirnya bisa melancarkan serangannya. Dan parahnya, pemuda ini memiliki izin kepemilikan senjata api. Mengerikan, bukan?

Peristiwa ini sangat mengejutkan. Namun banyak orang yang sudah memprediksi bahwa kejadian seperti ini akan selalu terulang selama warga negara diperbolehkan untuk memiliki dan menggunakan senjata api.

Tentu saja pelarangan kepemilikan senjata api tak serta-merta mengurangi tingkat kriminalitas. Pasti akan ada banyak orang yang tetap membawa senjata api meskipun secara ilegal. Hanya saja, makin sulitnya kepemilikan senjata api bisa mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh pelaku kriminalitas; yaitu berkurangnya jumlah korban jiwa akibat penggunaan senjata api.

Kembali ke peristiwa penembakan di Isla Vista, polisi menemukan bahwa pemuda tersebut masih memiliki sekira 400 selongsong peluru yang belum sempat ditembakkan. Coba bayangkan berapa banyak korban jiwa yang jatuh bila peluru-peluru itu sempat ditembakkan. Tragedi tersebut akan lebih miris lagi.

Masing-masing warga negara memang memiliki hak untuk mempertahankan dirinya sendiri. Namun kepemilikan senjata api bukanlah sesuatu yang bijaksana. Senjata api seyogyanya hanya dimiliki dan digunakan oleh aparat keamanan yang sudah terlatih dan diawasi oleh hukum.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s