Menyoal Film Godzilla 2014

Godzilla itu film aksi serba spektakuler. Bila melihat cuplikan filmnya yang beredar sebelum filmnya main di berbagai bioskop di seluruh dunia, penonton bisa memperkirakan berapa besar tubuh monster ini. Belum terbayang pula berapa besar kerusakan yang ditimbulkannya.

Sebelum saya menonton film ini, saya berasumsi bahwa Godzilla akan muncul dari bawah samudera, bangkit menuju kota-kota besar di dunia, dan akan membumiratakan wilayah yang dilaluinya. Kemudian bakal dihadapi manusia dengan segala senjatanya. Dan akhirnya tumbanglah si raksasa tersebut.

Ternyata salah besar. Kisah Godzilla ini ternyata lain dari yang saya bayangkan. Bahkan saya tak menduga sama sekali jalan ceritanya yang meskipun sederhana namun tetap menarik.

Ada beberapa poin menarik dari film tersebut.

Letnan Brody, Orang Paling Sial di Film ini

Di awal film, Brody kecil kehilangan ibunya yang tewas di dalam pembangkit nuklir yang roboh di Jepang. Hubungan dengan ayahnya pun tak baik karena ayahnya masih terperangkap dengan masa lalu.

Ketika sudah dewasa dan memiliki istri dan satu anak, Letnan Brody yang baru saja kembali dari tugas militer di luar negeri, harus segera meninggalkan San Francisco untuk menuju Jepang. Pasalnya dia harus membebaskan ayahnya yang ditahan oleh polisi Jepang.

Ketika dia mengantarkan ayahnya yang ingin menyelidiki pembangkit nuklir yang roboh 15 tahun yang lalu itu, mereka berdua tertangkap. Sialnya pula, ternyata di area pembangkit nuklir tersebut mereka melihat makhluk raksasa bernama Muto yang bangkit dan memporandakan tempat itu. Dalam kejadian itu, ayahnya terluka parah dan akhirnya meninggal.

Segera setelah Letnan Brody hendak pulang dan transit di Honolulu, ternyata monster Muto tadi juga sampai di kepulauan itu. Hampir saja Letnan Brody terbunuh untuk kedua kalinya oleh raksasa yang ternyata berkelamin jantan tersebut.

Kemudian Brody yang memang jago menonaktifkan bom ini ikut kembali ke Amerika bersama tentara-tentara yang lain. Mendarat di California dan akhirnya memutuskan untuk membantu rekan tentara yang lain yang berencana membawa bom nuklir berskala ledakan megaton. Saat perjalanan naik kereta, lagi-lagi letnan ini bertatapan muka dengan Muto untuk ketiga kalinya. Sekali lagi, dia masih bernyawa.

Saat mencapai San Francisco, namanya juga sudah jodoh, Letnan Brody berhadapan dengan Muto lainnya yang berkelamin betina dan tubuhnya beberapa kali lebih besar. Muto betina ini sangat marah karena Letnan Brody membakar habis telur-telur Muto yang sudah dibuahi dan siap menetas. Hampir saja Letnan Brody dimakan bulat-bulat. Namun untungnya Muto betina ini sudah terlebih dahulu dibunuh oleh Godzilla.

Cukup sial memang nasib si letnan ini. Namun rupanya dia masih beruntung di akhir cerita dan kembali bertemu dengan istri dan anaknya.

Kota-kota Besar Hancur Berantakan

Namanya juga film Godzilla, monster-monsternya tak hanya besar. Ukurannya raksasa. Kedua Muto, yang dikategorikan sebagai makhluk parasit yang bertubuh sangat besar, masing-masing meluluhlantakkan wilayah yang dilaluinya.

Muto jantan menghancurkan pembangkit nuklir di Jepang, menghancurkan kawasan wisata dan bandara di Honolulu, dan memporakporandakan San Francisco. Sedangkan yang betina membuat Las Vegas hancur dan membuat San Francisco berantakan sewaktu membuat sarang untuk menetaskan anaknya dan melawan Godzilla.

Namun efek tragis dari makhluk-makhluk raksasa itu masih kalah masif dibandingkan efek yang muncul andaikata bom nuklir skala megaton meledak di California. Bisa-bisa daerah tersebut rata dengan tanah dan terkontaminasi oleh radiasinya selama ratusan tahun. Untungnya, bom nuklir tersebut berhasil diledakkan di tengah samudera.

Rusaknya Jembatan Golden Gate

Ada alasannya mengapa jembatan ini sering sekali muncul di banyak film. Pertama karena jembatan yang berlokasi di San Francisco ini memang menawan dan mengagumkan. Kedua karena jembatan ini menjadi landmarkyang diketahui oleh banyak orang, seperti halnya Patung Liberty dan Menara Eiffel. Yang ketiga, Hollywood tak jauh dari jembatan ini sehingga banyak pembuat film yang menjadikan bangunan buatan manusia ini sebagai latarbelakang film.

Mengapa sering dirusak? Nah itu dia. Memang rasanya mantab bila bangunan yang besar rusak parah. Kesannya heboh. Ada kepuasan tertentu untuk ‘merobohkan’ bangunan bersejarah yang dikagumi banyak orang di dalam film. Kali ini pun Golden Gate juga rusak karena Godzilla melewat jembatan ini untuk menuju ke daratan San Francisco. Tidak hancur total, hanya sebagian jembatannya saja yang rusak parah.

Godzilla The Hero

Ini dia yang tidak disangka sebelumnya. Biasanya pahlawannya adalah pasukan Amerika yang peralatannya serba canggih dan anggota-anggotanya serba heroik. Ternyata bukan.

Godzilla, yang ukurannya gigantik hingga ukurannya lebih besar dari gedung pencakar langit ini, datang untuk mencegah kedua Muto jantan dan betina bertemu dan menetaskan telur-telurnya.

Memang awalnya kehadiran Godzilla disalahartikan oleh banyak manusia. Dikira Godzilla adalah makhluk raksasa yang bisa menghancurkan peradaban manusia.

Nyatanya malah sebaliknya. Godzilla berjibaku mati-matian melawan kedua Muto. Setelah kedua Muto tersebut tewas, Godzilla pun pingsan. Untungnya Godzilla bangun kembali dan segera kembali menyelam ke dasar samudera. Misinya berhasil. Entah itu untuk menyeimbangkan alam atau menyelamatkan manusia.

Nuklir itu Memang Berbahaya

Entah itu bom nuklir, bahan bakar nuklir, limbah nuklir, hingga pembangkit tenaga bertenaga nuklir; nuklir itu benar-benar berbahaya. Contohnya sudah ada yaitu Chernobyl dan Fukushima.

Dalam film Godzilla ini, nuklir malah diincar makhluk raksasa bernama Muto karena menjadi sumber enerji mereka. Bahkan ledakan bom nuklir malah-malah bisa menjadikan mereka tambah kuat; alih-alih menghancurkan mereka. Repot, kan?

Tapi bukanlah manusia namanya kalau tidak menempuh resiko. Meskipun nuklir itu berbahaya dan sulit dikendalikan, toh tetap saja dipakai untuk menjadi pembangkit tenaga (yang tentu saja tidak ramah lingkungan) dan bom nuklir (yang bisa meratakan luasan wilayah yang luas dalam sekejap mata).

EMP, Peralatan Elektronik, Sistem Manual

EMP yang merupakan kependekan dari electromagnetic pulse ternyata sangat ampuh mematikan banyak peralatan elektronik pada suatu area tertentu.

Padahal hampir keseluruhan peradaban manusia bergantung pada teknis elektronik. Baik pesawat, kereta api, mobil, dan infrastruktur kota. Bila EMP mengganggu sistem elektronik, bisa-bisa sebuah kota atau wilayah akan menjadi kacau-balau.

Raksasa Muto rupanya mampu mengeluarkan EMP yang membuat para tentara kacau balau. Pesawat tempur berjatuhan, kapal-kapal berhenti mendadak, infrastruktur kota padam secara merata.

Hanya alat-alat manual yang masih bisa bekerja dengan baik saat EMP melanda suatu wilayah. Termasuk bom nuklir yang menggunakan detonator manual, kereta api, dan senjata artileri non-eletronik.

Berbeda dengan Film Godzilla Sebelumnya

Versi Godzilla kali ini memang lebih dekat relasinya dengan film Godzilla buatan Jepang; dibanding film Godzilla buatan Hollywood beberapa tahun yang lalu. Bahkan sebagai penghormatan untuk versi Jepang, pemainnya pun menyebutnya dengan Gojira, nama Jepangnya.

Pun Godzilla juga menjadi penyelamat manusia. Berbeda sama sekali dengan film Godzilla yang mana raksasa berbentuk seperti lizard itu tewas beserta anak-anaknya karena dibunuh oleh kekuatan militer manusia.

Film Godzilla ini mampu menghadirkan konsep cerita yang menarik. Tak hanya sebatas adegan berskala besar yang bombastis. Ada rangkaian sejarah yang membuat Godzilla menjadi sosok utama film ini; bukan aktor-aktor yang memainkan ilmuwan atau tentara.

Menurut rumor, bakal ada film sekuel dari raksasa yang menyelamatkan manusia. Seperti umumnya film kedua dan film-film berikutnya, diharapkan akan ada adegan dengan skala yang lebih menghebohkan dan cerita yang lebih atraktif. Kita tunggu saja kehadirannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s