Relasi Antara Kesehatan dan Kecantikan

Apakah sehat itu berelasi dengan kecantikan yang dipancarkan oleh manusia?

Jawabannya tergantung dengan alasannya.

Bila tubuh sehat tentu saja seseorang akan tampak menarik. Tubuh yang sehat terlihat dari kulit yang cerah, mata yang bening, postur tubuh tegap, dan gerak tubuh lincah.

Coba amati binatang-binatang saat kawin mawin. Mereka akan tertarik untuk kawin dengan spesies yang menurut mereka sehat dan akan menghasilkan keturunan yang baik. Entah dengan melihat ciri fisik luar, penyebaran hormon, atau kelincahan tubuh.

Oleh karena itu, wajar bila kita manusia berpikir bahwa mereka yang sehat itu kelihatan menarik. Dan begitu juga pemikiran serupa bahwa bila seseorang itu menarik pastilah orang tersebut memiliki raga yang sehat.

Hanya saja, sepertinya sebagian manusia mencoba ‘mengakali’ dengan memperbaiki penampilan tanpa perbaikan kesehatan.

Untuk menghindari kesan tua, ada botox sehingga kerutan di wajah bisa raib; lalu orang berpikir bahwa wajahnya masih muda. Sedot lemak untuk menyingkirkan tanda kelebihan berat badan; yang mana tidak sehat. Pun ada pula operasi plastik yang bisa menyulap mereka yang kelihatan tidak atau kurang sehat menjadi sempurna.

Namun meski ditutup-tutupi, tetap saja kesehatan seseorang sulit untuk tidak terlihat. Bila tidak sehat maka akan banyak penyakit yang mendera. Tidak peduli apakah seseorang terlihat sehat dan sempurna dari luar.

Hiromi Shinya, yang menulis buku The Microbe Factor, memaparkan bahwa yang kita sebut sebagai kecantikan itu sebenarnya adalah cerminan dari kesehatan tubuh manusia. Yang mana, sayangnya saat ini, bisa ‘dipoles’ sehingga tampak sehat dan sempurna; meskipun aslinya tidak sehat.

Wajar saja jika kita melihat orang yang bertubuh sehat seperti para olahragawan, kita dengan mudah menganggap mereka menarik. Bukan karena kecantikan wajah. Tapi karena semata-mata para olahragawan itu memiliki genetika yang lebih baik dari rata-rata manusia. Genetika yang pasti akan bisa memperbaiki keturunan.

Sangat berkebalikan dengan mereka yang sakit-sakitan, mereka ini selalu dianggap kurang menarik karena memiliki kecenderungan untuk menurunkan genetika yang rusak atau tidak optimal. Sebagai orang normal, apakah Anda mau mendapatkan keturunan dari orang yang tidak sehat? Tentu tidak, bukan?

Sehat itu cantik. Dan kecantikan itu seyogyanya merupakan cerminan dari kesehatan ragawi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s