Puasa Makan itu Baik untuk Kesehatan

Puasa makan merupakan kegiatan untuk mengatur pola makan untuk tujuan tertentu.

Puasa makan memiliki beragam tujuan. Ada yang berpuasa dalam rangka menjalankan ritual agama sebagai bagian dari mengekang hawa nafsu.

Ada pula yang puasa karena terpaksa karena alasan kesehatan. Umumnya mereka yang mendapat vonis dokter karena penyakit tertentu.

Pun ada yang puasa karena keadaan ekonomi. Ingin dan butuh makan tapi tidak ada yang dimakan. Puasa yang seperti ini memang menyiksa. Apa boleh buat.

Namun yang hendak saya omongkan adalah puasa makan untuk tujuan memperbaiki kesehatan tubuh.

Baru saja saya membaca buku berjudul The Microbe Factor karya Dokter Hiromi Shinya. Salah satu bagian bukunya menyebut tentang puasa menurut metode Shinya, nama pengarangnya.

Puasanya cukup sederhana yaitu bahwa seseorang harus cukup nutrisi dan makan. Bukan berlapar-lapar untuk mengurangi kadar makanan yang masuk; yang justru berdampak mengurangi kesehatan dan menurunkan ketahanan tubuh terhadap penyakit.

Orang bisa mencukupi nutrisinya dengan makanan yang sehat. Namun jam makannya hanya di siang hari sekira jam 12 hingga jam 6 sore. Dalam kurun waktu tersebut, orang bisa mengkonsumsi makanan dengan normal.

Lalu bagaimana dengan malam hari hingga siang hari?

Dokter Shinya menyarankan supaya seseorang tidak makan setelah sore hari. Pada hari berikutnya, makan mulai pada siang hari.

Bagaimana dengan sarapan? Disarankan untuk makan makanan segar seperti buah-buahan atau minum jus buah. Namun lebih baik, bila mampu, tidak perlu mengasup makanan di pagi hari.

Mengapa superit itu?

Dengan tidak adanya aktivitas mengasup makanan selama sore hari hingga siang hari di hari berikutnya, tubuh bisa menghemat enzim yang sangat penting untuk kesehatan badan. Pun pencernaan menjadi lancar. Ditambah pula, racun tubuh berkurang karena proses detoksifikasi saat berpuasa setengah hari tersebut.

Dengan metode Shinya seperti itu, orang hanya perlu makan dua kali sehari. Siang hari dan sore hari. Bila terasa sangat lapar, boleh saja mengudap buah di pagi hari.

Tentu minum air bisa dilakukan secara reguler seperti biasanya. Tidak ada puasa minum karena tubuh kita sangat memerlukan jumlah air yang mencukupi.

Lagipula Dokter Shinya juga tidak memaksa orang untuk melakukan puasa seperti itu setiap hari. Sesering dan sekuat masing-masing pribadi saja.

Puasa makan merupakan sesuatu yang sebenarnya umum dilakukan banyak orang. Namun bila tidak ada dorongan atau paksaan sepertinya banyak orang yang malas untuk berpuasa.

Coba lihat mereka yang berpuasa karena ritual agama, ada banyak orang yang merasakan dampak positif. Menjadi lebih bugar saat menjalankan puasa.

Andaikata orang-orang lebih sering melakukannya sepanjang tahun, tentu akan menjadi sehat sepanjang tahun. Lebih bagus, bukan?

Toh bila memperhatikan orang-orang tua dari generasi yang lalu, mereka suka “laku prihatin”. Yaitu melakukan tindakan puasa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dampak positifnya mereka jarang sakit, tubuh kuat, dan bisa hidup hingga umur di atas 70 dan 80 tahun. Hebat, bukan?

Beda dengan sekarang di mana makanan bisa didapat dengan mudah. Ada supermarket yang menyediakan berbagai bahan makanan. Restoran siap saji (yang mana makanannya mengandung kadar gula atau garam yang sangat tinggi). Belum lagi dengan layanan antar makanan.

Sayangnya kemudahan seperti itu membuat banyak orang mengasup makanan lebih dari cukup. Kebanyakan. Pun yang dimakan belum tentu sehat. Bahkan saat ini makin jarang yang mengolah atau memasak makanannya sendiri.

Oleh sebab itu, ada baiknya mencoba untuk melakukan puasa makan sesekali. Lebih baik lagi bila mampu membuatnya menjadi kebiasaan setiap hari. Membuat tubuh lebih sehat dan bersemangat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s