Menangkap Ayam

Beberapa hari yang lalu, seekor ayam dengan bulu berwarna putih memasuki rumah saya; yang mana pintu depannya memang sengaja dibuka supaya sirkulasi udara lancar.

Ayam masuk tanpa permisi. Kemudian langsung masuk ke dapur. Ketika hendak dikeluarkan malah memasang kuda-kuda defensif.

Baiklah. Saya akui ayam yang kurang kooperatif tersebut sempat berlarian di dapur. Makin keras saya berusaha mengeluarkannya dari dapur, makin panik ayam tersebut.

Selama beberapa menit, ayam tersebut tetep kukuh berdiri di pojokan dapur. Sesekali mengeluarkan suara yang ‘mengancam’. Membuat saya urung mengusiknya.

Akhirnya karena saya sendiri belum pernah menangkap ayam, terutama yang sedang ketakutan, tetangga yang memiliki ayam pun dipanggil.

Tetangga, yang terbiasa menangkap ayam, berhasil menangkap ayam tersebut dengan mudah dan cepat. Masalah terselesaikan.

Ada satu yang disesalkan. Andaikata saya bisa menangkap ayam tersebut kemudian mengulitinya, pastilah saat ini saya bisa makan ayam yang ‘menyerahkan dirinya sendiri’ ke rumah saya.

p.s.

Kisah ini sepertinya aneh karena seperti cerita anak-anak. Namun benar adanya dan tiba-tiba saja saya ingin menuangkannya di sini. Harap maklum.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s