Iklan Rokok yang Membingungkan

Saat menonton televisi, mudah bagi siapa saja untuk memahami iklan produk kecantikan, makan kemasan hingga alat transportasi.

Siapa saja pasti langsung mengerti iklan sabun karena nama merek dan produknya jelas ditayangkan. Entah itu sabun cuci atau sabun mandi. Bila ada adegan anak-anak sedang bermain hingga bajunya kotor biasanya iklan sabun cuci. Berbeda dengan adegan gadis muda yang sedang mandi dan tubuhnya yang mulus dilumuri oleh busa sabun. Yang mana jelas itu sabun mandi.

Setali tiga uang dengan iklan mobil. Mobil tampak sedang melaju dengan penumpang yang bahagia dan bangga. Sama pula dengan iklan ponsel, makanan dan sepatu.

Beda dengan iklan rokok. Banyak orang tua dan anak-anak yang tak paham dengan iklan rokok. Kebanyakan menjawab tidak tahu saat ditanya itu iklan apa. Mereka paham dengan produknya hanya bila mengonsumsinya. Nama mereknya pasti mengingatkan mereka akan barang yang dipromosikan.

Bahkan acap kali iklan rokok disalahartikan sebagai iklan perjalanan. Ada juga yang berasumsi kalau iklan rokok itu hanya iklan lucu-lucuan. Candaan semata untuk intermezzo suatu acara. Ada juga yang berpikir iklan rokok itu ajakan untuk aktif berolahraga hanya karena merek rokok tersebut menjadi sponsor acara olahraga. Loh? Salah kaprah jadinya.

Ada benarnya saat pembuat kebijakan melarang dengan tegas iklan rokok untuk menunjukkan batang rokok, bungkus rokok dan orang yang sedang merokok. Namun tetap saja, iklan rokok berarti mempromosikan rokok ke lebih banyak orang. Percuma saja mencantumkan frasa ‘rokok bisa membunuhmu’. Justru ada beberapa orang yang paham bahwa suatu iklan adalah iklan rokok saat frasa anjuran tersebut muncul.

Seyogyanya iklan rokok tak boleh muncul di media massa. Konsumsi rokok, baik normal maupun berlebihan, tetap saja merugikan kesehatan masyarakat luas. Makin sedikit yang merokok, makin baik karena kesehatan masyarakat terjaga. Anehnya, iklan rokok malah sangat gencar. Makin dilarang, makin sering iklannya muncul di mana-mana. Menurut statistik, Indonesia sudah menjadi negara yang memiliki populasi besar yang tergantung dengan rokok. Rekornya pun tergolong dalam salah satu dari 10 besar negara pecandu rokok terbesar di dunia. Tidak membanggakan, bukan?

Hanya saja lobi para produsen rokok memang kuat mempengaruhi kebijakan pembuat regulasi. Iklan rokok bisa tayang di semua stasiun televisi, selain berbagai media massa yang lainnya. Meskipun iklan rokok memang cenderung sulit dipahami dan membuat bingung, iklan ini cepat atau lambat dalam skala yang besar akan dan sudah membuat makin banyak orang tergantung terhadap rokok.

Sayang sekali…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s