Berikan Jalan Keluarnya

Apa yang terjadi bila binatang atau manusia beradandalam kondisi yang terdesak? Membabi-buta. Panik. Mati-matian akan membela diri.

Sebagai makhluk hidup tentu secara natural akan mempertahankan dirinya.

Beberapa saat ini, ada dua kejadian yang membuat saya jengkel.

Ada seekor ayam yang tiba-tiba masuk ke rumah dan bersembunyi di dapur karena dikejar-kejar atau kalah tarung dengan ayam yang lain. Tak ada jalan keluar di dapur karena posisinya yang berada di pojok rumah. Ayam tersebut pun tersudutkan. Berbagai upaya untuk mengusirnya tak manjur. Justru ayam tersebut makin panik di pojok dapur.

Setali tiga uang, seekor kucing mendadak jatuh dari langit-langit. Kemudian lari ke arah ruang depan. Sepertinya karena tak menemukan jalan keluar karena pintu depan tertutup, kucing tersebut nekat untuk meloncat ke tumpukan barang dan naik hingga ke bagian kayu penyangga di bawah genteng. Kucing tersebut terjebak di bentangan kayu yang cukup tinggi tersebut dan sepertinya takut untuk meloncat turun.

Kedua binatang tesebut tetap mempertahankan posisinya karena tak melihat adanya jalan keluar. Bertahan sekuatnya selama mungkin.

Cara mengatasinya ternyata sepele. Berikan binatang-binatang tersebut ruang bergerak. Biarkan mereka melihat ada ruang untuk keluar dari situasi mereka. Entah karena lapar atau bosan, mereka cepat atau lambat akan keluar dari tempat bertahan mereka.

Sama saja dengan manusia. Dalam posisi terjepit dan terdesak, orang tak akan mau meninggalkan posisi bertahan mereka. Bahkan dalam kondisi serba kepepet, akal dan pikiran tak lagi jernih. Apapun bisa dilakukan supaya tetap bertahan.

Jalan keluar perlu diberikan. Baik dalam bentuk solusi maupun persuasi. Negosiasi dan kompromi pun bisa ditawarkan.

Bayangkan bila pemerintah ingin menggusur penduduk yang secara ilegal menempati bantaran sungai tanpa memberikan tempat tinggal baru atau menjanjikan kompensasi. Penduduk bantaran sungai tak akan mau pindah meskipun secara hukum mereka bersalah karena menempati tempat yang bukan hak mereka.

Yang terjadi adalah kekuatan pemerintah melalui aparat hukumnya berhadapan dengan penduduk yang tak memiliki harapan. Kekerasan dibalas dengan kekerasan. Korban jiwa dan harta pun jatuh dari kedua belah pihak.

Yang diperlukan adalah jalan keluar.

Tanpa adanya ruang untuk bertahan atau keluar dari situasi yang mengancam, penduduk bantaran sungai bakal melakukan segalanya untuk tetap tinggal di tempat itu.

Cara-cara kekerasan bukanlah jalan yang manusiawi. Berikan jalan keluar yang bisa menjadi solusi. Dengan begitu, masalah pun selesai secara lebih baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s