Aral Melintang, Pesawat MH17 Tumbang

Tak banyak orang yang bakal menduga bahwa di abad ke-21 ada pesawat komersil yang ditembak jatuh dengan sengaja. Mengingat kecanggihan teknologi radar, komunikasi pesawat dengan operator lalu-lintas udara dan konvensi bersama yang berlaku secara global untuk tidak menembak pesawat sipil; seyogyanya tak ada lagi pihak-pihak yang menjatuhkan pesawat bukan militer dengan misil.

Namun nasib berkata lain. Malaysia Airways dengan kode penerbangan MH17 tumbang setelah sebuah misil surface-to-air tepat mengenai badan pesawat. MH17 pun hancur di udara. Korban jiwa pun berjatuhan secara harafiah ke tanah. Menurut berbagai berita, tak ada korban selamat. Seluruh penumpang beserta kru pesawat menemui ajalnya saat itu juga.

Benar adanya bahwa sudah ada peringatan dari badan penerbangan Eropa untuk sebisa mungkin menghindari wilayah udara tertentu di atas wilayah Ukraina. Maklum karena negara yang bertetangga langsung dengan Rusia tersebut sedang menjadi lokasi sarat konflik. Yang mengerikan, banyak orang-orang yang tak jelas statusnya kemungkinan besar menguasai persenjataan canggih. Salah satunya adalah misil bernama Buk. Misil ini sanggup menjatuhkan pesawat hingga ketinggian 75 ribu kaki di atas permukaan laut. Sedangkan MH17 diperkirakan hanya terbang sekira 33 ribu kaki.

Sedangkan di saat yang bersamaan, ada dua pesawat dari Singapore Airlines dan India Air yang melintas di waktu dan wilayah udara yang relatif sama. Bayangkan perasaan para penumpang kedua pesawat komersil tersebut ketika mereka mendarat dan mengetahui bahwa pesawat yang mereka tumpangi selamat sampai ke tujuan. Berbeda dengan MH17 yang jatuh sebelum mencapai bandara tujuan.

Namanya juga aral melintang. Oleh karena itu tak ada gunanya berandai-andai bahwa pesawat naas tersebut bisa selamat bila menghindari wilayah berbahaya tersebut. Bahkan alasan supaya menghemat bahan bakar dengan melintasi wilayah yang dekat dengan wilayah larangan terbang pun tak lagi ada gunanya. Wajar bila banyak maskapai penerbangan tetap ingin menghemat bahan bakar demi mengejar keuntungan. Sayangnya memang tak dinyana ada misil yang diluncurkan di wilayah yang masih dianggap aman untuk dilintasi pesawat komersil.

Saat bencana sudah terjadi, tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali mengantarkan jenazah ke keluarga masing-masing, melakukan investigasi dengan detil, membuka kotak hitam dan belajar dari peristiwa tersebut. Selebihnya kita hanya bisa memanjatkan doa untuk mereka yang meninggal dalam peristiwa itu beserta keluarga-keluarga mereka.

Semoga di masa depan tak ada lagi pesawat komersil yang ditembak jatuh. Apapun alasannya. Baik salah tembak atau memang sengaja menembak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s