Petasan di Bulan Puasa

Apakah ada korelasi budaya antara petasan dan bulan puasa? Tentu tidak. Anehnya setiap kali bulan puasa datang, petasan pun ramai dijual dan dibeli di berbagai tempat di tanah air.

Sepertinya tidak ada tradisi khusus petasan di negara-negara lain ketika bulan puasa datang. Tak ada seperti itu di Arab Saudi. Setali tiga uang dengan Malaysia, Brunei, Singapura dan di mana pun juga. Hanya di Indonesia. Apa alasannya?

Bisa dimaklumi bila petasan dijual ketika menjelang tahun baru berdasar kalender internasional. Namanya juga perayaan besar, tak hanya petasan namun kembang api yang ukurannya besar dan mampu menyemarakkan pergantian tahun.

Beda dengan bulan puasa. Pada bulan yang suci tentunya masyarakat menjaga lingkungan dan tingkah laku. Semuanya berlatih sabar dan mencoba menjadi lebih tawakal. Tentu adanya petasan sangat mengganggu terselenggaranya bulan puasa.

Coba bayangkan apa yang terjadi bila ada petasan yang bunyinya memekakkan telinga tiba-tiba meledak di dekat kita. Ada rasa jengkel. Rasa sabar diuji. Marah pun percuma karena sudah petasan sudah membuat kaget.

Mungkin banyak yang beralasan, banyaknya petasan yang dijual bebas memang membuat banyak orang tertarik untuk membelinya. Baik anak-anak maupun orang dewasa. Ada sedikit kesadaran untuk seyogyanya tidak membuang uang untuk membeli petasan yang tak ada manfaatnya. Malah petasan memiliki lebih banyak mudarat. Uang terbakar percuma, luka-luka karena salah menyalakan petasan hingga rumah terbakar habis karena percikan api dari petasan.

Hebatnya lagi petasan bebas dijual. Pastilah petasan dilarang secara hukum. Hanya saja penegakannya tidak berjalan dengan efektif. Bahkan tidak ada sanksi sosial dari tingkat lingkungan setempat bagi penjual petasan. Hanya sebatas berkeluh-kesah atau marah-marah sendiri.

Mengenai mengapa petasan selalu muncul di bulan puasa, saya memiliki satu teori sederhana. Pada bulan puasa, banyak sekolah yang libur atau hanya beroperasi lebih pendek ketimbang hari-hari biasa. Anak-anak pun berusaha mencari kegiatan atau sesuatu untuk dilakukan. Ketersediaan petasan yang dijual di mana-mana membuat banyak anak-anak pun tertarik untuk menyalakannya. Tak hanya dinyalakan ketika Lebaran tiba. Justru dinyalakan saat sore hari ketika banyak orang pergi ke Mesjid untuk melakukan Tarawih atau saat sore hari ketika orang melakukan Ngabuburit menunggu suara Bedug bergema tanda berbuka puasa dimulai.

Alhasil sore dan malam hari diramaikan dengan suara petasan yang mengganggu. Tak ada hubungan antara bulan puasa dengan petasan. Petasan ada karena ada kebutuhan dan ada yang jual meski sudah dilarang. Petasan di bulan puasa merupakan pekerjaan rumah bagi aparat hukum dan para pemimpin lingkungan. Seyogyanya petasan tak harus selalu ada setiap kali bulan puasa datang. Biarkan bulan puasa berlangsung dengan damai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s