Akun Jejaring Sosial Palsu

Seseorang pernah menuliskan bahwa ‘di dunia maya anjing pun bisa memiliki akun Facebook sendiri’. Apakah orang lain percaya atau tidak bahwa seekor anjing bisa mengelola akun jejaring sosialnya itu soal lain. Namun setidaknya kita bisa berasumsi bahwa pemilik anjing tersebut yang sedemikian rajin membuat, mengelola dan memperbarui status-status di jejaring sosial tersebut.

Bila anjing bisa memiliki akun jejaring sosial, tentunya tak sulit bagi manusia untuk membuat akun jejaring sosial. Tak hanya satu. Bisa dua akun atau lebih.

Kemudahan membuat akun jejaring sosial juga membuat banyak orang bisa membuat akun palsu. Setiap orang bisa menjadi seseorang yang sama sekali baru di dunia maya. Hanya perlu sedikit rekayasa dan imajinasi. Toh, membuat akun jejaring sosial itu gratis dan praktis.

Tiap orang yang membuat akun jejaring sosial palsu pasti memiliki alasannya masing-masing. Ada yang bermaksud untuk sekedar tak mau kehidupan sosialnya diketahui secara gamblang. Namun ingin terlibat dalam komunitas online.

Pun ada yang sengaja membuat akun jejaring palsu untuk tujuan yang negatif. Inilah beberapa tujuan yang kurang baik. Membuat akun khusus untuk menguntit orang lain karena suka tapi malu-malu tanpa ingin ketahuan. Ingin berkenalan dengan banyak orang lalu menipunya. Bahkan ada yang bertujuan untuk aksi spionase. Aduh! Banyak bukan? Apa lagi? Banyak tujuan tak benar yang tak terbayangkan tapi sungguh-sungguh ada. Entah.

Lalu apa yang dibutuhkan untuk membuat akun jejaring sosial palsu?

Sederhana. Tinggal mendaftar salah satu layanan jejaring sosial dengan akun email gratisan. Beres, bukan?

Ambil sembarang foto yang banyak tersedia di internet. Makin cakep dan seksi, makin mudah menggaet banyak kawan di dunia maya. Kemudian isilah dengan profil diri dengan informasi yang dibuat masuk akal. Keahlian mengarang tentu diperlukan.

Dan seseorang yang baru telah tercipta di dunia maya. Hebatnya tak banyak orang yang tahu dan sadar bahwa akun jejaring sosial tersebut merupakan seorang insan manusia yang tercipta dari imajinasi. Bukan pribadi yang nyata.

Oleh karena itu, waspada bila berkomunikasi dengan orang yang asing di dunia maya. Terutama melalui media jejaring sosial. Siapa tahu seseorang yang Anda kenal di jejaring sosial ternyata hanya karya fiksi yang dikelola oleh seseorang atau sekelompok orang untuk tujuan yang tak terbayangkan oleh Anda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s