Alat Komunikasi Sebagai Distraksi Ketika Bekerja

Namanya bekerja tentu memerlukan konsentrasi. Bila ada gangguan, tentu berakibat pada produktivitas. Produktivitas tidak optimal atau minimal menurun.

Setali tiga uang, tanpa konsentrasi kualitas pekerjaan pun juga tak maksimal. Ada pengurangan mutu.

Konsentrasi bisa menurun bila tidak ada fokus bekerja. Namun yang lebih mengganggu adalah distraksi. Entah gangguan kecil atau besar tetap saja membuat produktivitas dan kualitas bekerja menurun. Secara gradual atau secara drastis.

Banyak distraksi yang tak kita anggap sebagai gangguan. Contohnya adalah email dan pesan instan. Banyak orang berasumsi bahwa alat komunikasi begitu pentingnya untuk koordinasi.

Sayangnya banyak orang yang tak begitu paham etika menggunakan alat komunikasi. Banyak yang berpikir bahwa ketika mengirim email pastilah harus cepat-cepat dibalas.

Bahkan yang lebih ‘brutal’ adalah pesan instan. Entah itu Google Chat, Yahoo! Messenger, WhatsApp atau pesan Skype. Ada tuntutan untuk direspon secepatnya. Seakan-akan berbincang langsung kepada orang yang duduk di sebelahnya.

Celakanya, saat beberapa orang mulai menyingkirkan email dan pesan instan sehingga bisa bekerja dengan optimal dan efisien; justru banyak teman kerja dan atasan yang mendorong atau mensyaratkan untuk mengaktifkan alat komunikasi dengan potensi distraksi tersebut setiap saat.

Jadi mau tidak mau, tetap saja ada gangguan, baik diharapkan atau tidak, yang datang melalui alat komunikasi tersebut.

Alasannya sederhana. Dengan komunikasi real-time yang selalu on maka banyak masalah dan tugas bisa dikomunikasikan secepatnya. Semuanya bisa cepat selesai.

Betulkah?

Pada beberapa kondisi memang ada gunanya menggunakan email dan pesan instan. Sayangnya secara keseluruhan, produktivitas menurun drastis. Ada terlalu banyak gangguna yang mengakibatkan pengerjaan tugas-tugas yang lebih penting terganggu.

Bukankah lebih nyaman bila masing-masing individu bisa memiliki waktu produktif tanpa gangguan komunikasi di pagi hari. Kemudian memiliki jam-jam lain yang ditujukan untuk berkomunikasi; secara lisan maupun tulisan. Dengan begitu, penyelesaian tugas berjalan maksimal dan komunikasi pun lancar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s