RUU Pilkada

Ricuh benar tanah air karena RUU Pilkada.

Dulu bupati dan gubernur bisa dipilih secara langsung. Bahkan ada juga pemilihan presiden secara langsung. Rakyat bisa memilih mana kepala daerah yang didukungnya. Tanpa harus diwakilkan oleh wakil rakyat yang duduk di DPR. Demokrasi berjalan dengan baik. Tak melulu sempurna karena namanya juga proses. Namun berada di jalur yang tepat.

Sangat disayangkan ternyata mayoritas wakil rakyat yang didominasi oleh salah satu koalisi yang calon presidennya gagal menang kini gagal paham dengan arti demokrasi.

Dengan berbagai alasan yang sulit diterima akal sehat, proses demokrasi dimundurkan. Bila RUU Pilkada sah maka rakyat tak lagi bisa memilih langsung kepala daerah. Bahkan ada wacana bahwa kedepannya pilpres akan dipilih melalui keputusan wakil rakyat.

Aneh tapi nyata. Kepentingan politik ternyata membutakan sekian banyak wakil rakyat yang sangat tergantung nasib dan keputusannya dengan kepentingan partai dan koalisinya. Lupa bahwa setiap kali dilantik, setiap wakil rakyat harus bersumpah dengan kitab suci masing-masing untuk mensejahterakan rakyat. Bukan partai atau dirinya sendiri.

Namun perjuangan belum usai. RUU Pilkada harus dibatalkan. Demi masa depan banga dan negara yang lebih baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s