Selfie Menantang Bahaya

Manusia itu jenisnya macam-macam. Banyak juga yang menyukai selfie – memotret diri sendiri. Seperti manusia pada umumnya, ada yang menginginkan selfie yang lain dari biasanya. Tujuannya supaya lebih menonjol ketimbang yang lain-lainnya. Sekedar bikin wow.

Selfie tentu saja boleh. Bila dilakukan dengan akal sehat. Mengapa tidak? Hanya saja selalu saja ada sebagian orang yang ingin menantang bahaya tanpa pikir panjang. Salah satunya adalah mereka yang selfie di tempat-tempat yang berbahaya. Seperti apa?

Semisal membuat selfie di atas gedung bertingkat. Bergelantungan di jembatan yang kalau jatuh kemungkinan hidupnya kecil. Memotret diri sendiri dengan latar belakang tebing bebatuan yang teramat tinggi. Mungkin juga selfie di hutan rimba yang jelas-jelas ada binatang buasnya.

Ada yang berhasil membuat selfie menantang bahaya tersebut. Merasa bangga lalu mengunggahnya di sosial media. Tujuannya tentu ingin dikagumi oleh rekan-rekannya dan banyak orang lainnya. Pikirnya selfie menantang bahaya tersebut pastilah keren karena tidak banyak yang punya nyali sebesar dirinya. Padahal beda antara punya nyali dan memiliki akal sehat itu tipis. Jelas ada bedanya.

Hebatnya lagi ada juga yang melihat selfie berbahaya tadi dan merasa tertantang. Lalu ikut-ikutan selfie dengan pose yang sama atau jauh lebih berbahaya lagi. Namanya juga ‘lagi panas’, akal sehat biasanya otomatis raib. Yang ada hanya nyali atau memang nekat.

Makin banyak yang meniru, makin banyak pula yang melakukan selfie menantang bahaya. Akibatnya bisa diperkirakan. Seseorang atau lebih akan meregang nyawa atau minimal mengalami kecelakaan karena aksi selfie yang berlebihan. Alih-alih menantang bahaya dan menghasilkan foto selfie yang wow, eh, justru menjadi selfie maut. Tak terhindarkan. Nyawa taruhannya.

Coba lihat di berbagai berita, kadang-kadang ada pemberitaan tentang remaja tanggung yang tewas saat melakukan aksi selfie menantang maut. Foto selfie tak didapat justru maut menjemput. Apa boleh buat?

Namun tak mengapa. Biarlah mereka yang tak punya akal sehat merenggang nyawa. Benar kata pepatah, orang yang meninggal di usia senja itu orang yang setidaknya lebih bijaksana ketimbang mereka yang mati lebih muda. Mereka bisa hidup lebih lama bukan karena tak punya nyali. Mereka berhak menikmati kehidupan yang lebih panjang karena mereka memiliki akal sehat. Salah satu faktor penting sehingga hidup lebih lama.

Selfie menantang bahaya itu jelas berbahaya. Untuk apa foto yang bikin wow tetapi nyawa taruhannya. Selfie boleh-boleh saja asalkan tetap memelihara yang namanya akal sehat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s