Ebola

Satu kata itu membuat gempar banyak orang di dunia. Ebola memang virus yang pantas untuk ditakuti. Penularan dan proses inkubasinya relatif cepat. Namun faktor yang membuat orang ketakutan adalah tak adanya vaksin atau obat yang bisa diproduksi secara masal untuk menanggulanginya. Bila sudah terkena virus tersebut, hanya berharap bahwa kematiannya segera menjemput.

Sekarang ini epidemik Ebola sedang terjadi di wilayah nun jauh dari tanah air. Tiga negara sekaligus di Benua Afrika masih berjuang sekuat tenaga untuk menanggulanginya. Asal tak menyebar lebih luas pun sudah merupakan keberhasilan tersendiri. Sepertinya diperlukan keajaiban bila ingin Ebola enyah dari negara-negara tersebut.

Yang menjadi kekhawatiran warga dunia adalah kemungkinan menyebarnya virus yang sangat mematikan itu di negara lain. Sudah ada indikasi korban Ebola yang didapati di Negeri Paman Sam. Pun ada beberapa korban di Negeri Matador. Bagaimana seandainya virus ini sampai ke negara-negara Asia yang memiliki kota-kota dengan populasi padat dan tingkat densitas yang tinggi. Pun ada catatan bahwa populasi di Asia memiliki penduduk yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.

Coba ingat-ingat dengan wabah SARS yang sudah pernah terjadi beberapa tahun silam. Hong Kong sebagai wilayah di Asia yang menjadi salah satu simpul transit mobilitas udara tersibuk di dunia tiba-tiba menjadi tempat yang ditakuti karena SARS melanda. Untungnya pemerintah mereka tanggap dan wabah pun sanggup dikendalikan dan dimusnahkan. Tentu berbeda dampaknya bila SARS sampai melanda negara-negara berkembang di Asia yang pemerintahnya tak tanggap karena sibuk dengan rebutan kekuasaan.

Bila merunut sejarah, virus-virus berbahaya selalu ada di muka bumi ini. Umumnya terdapat di tempat-tempat terpencil. Seperti halnya alam liar di pedalaman Afrika. Pembalakan liar, eksplorasi tambang besar-besaran dan perluasan pemukiman manusia membuat wilayah berbahaya tersebut terekspos oleh lebih banyak manusia. Alhasil virus-virus mematikan tersebut tertularkan dari satu manusia ke manusia lainnya. Seperti halnya virus HIV pada dulu kala.

Alam sudah memperingatkan. Bila tak mendengar, alam pun memberikan respon yang menakutkan. Membuka alam liar itu seperti membuka Kotak Pandora. Ada banyak keuntungan yang bisa diraih. Namun sekaligus ada banyak kerugian dan penderitaan. Salah satunya virus mematikan. Sekali dibuka, isinya pun berhamburan keluar. Kematian pun terjadi di mana-mana.

Namun seperti halnya Kotak Pandora, ada satu hal yang bisa ditemukan di dalamnya. Yaitu adanya harapan. Untuk Ebola, ada begitu banyak orang yang berharap bahwa Ebola bisa ditanggulangi, dikendalikan dan kemudian dienyahkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s