Siaran Langsung yang Bermutu

Memang sudah jamannya ketika televisi berlomba-lomba menayangkan siaran langsung. Berita di tempat kejadian, sidang korupsi, kuis, pembagian penghargaan film atau pelbagai konser musik. Siaran langsung lebih afdol dibanding acara rekaman karena mampu menampilkan peristiwa di waktu yang sama kepada penontonnya.

Tentang teknologi siaran langsung, hampir semua televisi sudah memilikinya. Tinggal menggelar acara dan melakukan koordinasi dalam melakukan siaran langsung. Bukan suatu proses yang terlalu sulit.

Namun tak semua televisi bisa paham mana siaran langsung yang bermutu dan mana yang kurang mutunya. Pagi ini ada siaran langsung Pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Yusuf Kalla. Jelas ini peristiwa yang dinanti-nantikan oleh banyak warga Indonesia. Ini momentum bersejarah. Penting dan bermutu.

Beda dengan tayangan siaran langsung beberapa hari sebelumnya. Siaran langsung yang disiarkan dua stasiun televisi yang berbeda. Mereka menyiarkan proses pernikahan pesohor dalam negeri. Sah-sah saja karena penayangan langsung pesohor tentu menarik minat banyak penonton.

Namun ada yang kurang tepat karena siaran langsung tersebut terlalu lama. Hampir menyita sebagian waktu tayang masing-masing stasiun televisi tersebut. Jelas ada tayangan iklan produk secara langsung di tengah-tengah sorotan ke pelbagai pesohor yang hadir di prosesi pernikahan tersebut.

Saking lamanya siaran langsung tersebut hingga mengorbankan banyak program televisi yang lainnya. Ada drama yang tak diputar. Berita yang porsinya memendek. Pun ada sekian program televisi yang urung tak ditayangkan padahal sudah ada jadwal regulernya.

Padahal pesohor yang menikah juga tak terlalu penting. Pesohor yang memang terkenal di kalangan anak muda tapi tidak terlalu signifikan. Bukan setingkat pernikahan Pangeran William dari Kerajaan Inggris atau anggota keluarga keluarga Kraton Yogyakarta. Pun penampilan siaran langsung mereka pun tak selama prosesi pernikahan pesohor bernama Raffi Ahmad dan Gita Slavina tersebut.

Pantas bila ada teguran dari KPi menyoal siaran langsung yang terlalu lama dan tak substansial isinya. Sudah jelas ada pembodohan penonton yang disajikan pernikahan yang dibuat seakan-akan heboh. Padahal biasa saja.

Siaran langsung itu berguna bila isinya bermutu. Maklum karena stasiun televisi merupakan media massa yang wajib memfasilitasi berita dan peristiwa kepada khalayak umum. Bukan sekedar sebagai sponsor pernikahan mewah yang dipenuhi dengan iklan produk di sana-sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s