Prihatin dengan Fenomena Enjo Kosai

Entah mengapa saat menjelajahi Internet, tiba-tiba ada artikel menyoal Enjo Kosai—compensated dating—yang dulu pernah saya ulas di blog ini.

https://munggur.wordpress.com/2008/08/18/enjo-kosai/

Artikel itu membuat saya prihatin bahwa gadis-gadis belia ini menjadi ‘pelacur amatir’ demi bisa memuaskan dahaga mereka akan barang-barang mewah dan kesenangan duniawi semata.

Lebih sedih lagi bila banyak dari mereka yang terjerumus ke praktek tersebut hanya gara-gara situasi rumah dan orang tua yang kurang bisa mendidik anaknya. Juga karena tekanan masyarakat dan sekolah yang sangat ketat. Pun tak banyak yang bisa memberi mereka pengertian sehngga mereka sadar. Biasanya banyak orang dewasa yang tak dewasa karena sekedar menyalahkan mereka. Lalu memberikan stigma yang sulit lepas dari benak anak-anak remaja tersebut.

Lagipula apapun istilahnya tak mengubah kenyataan bahwa ada remaja-remaja putri yang menderita baik tubuh maupun mentalnya di luar sana. Entah itu enjo kosai, kimcil atau cabe-cabean. Apapun namanya itu.

Ingat bahwa meskipun memakai istilah Jepang, Enjo Kosai terjadi di banyak tempat di dunia ini. Istilahnya saya yang berbeda. Intinya sama yaitu ‘kencan berbayar’. Prostitusi dalam bentuk yang tersamar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s