Hak Interpelasi Dewan Perwakilan Rakyat

Terus terang saya jarang mendengar istilah Hak Interpelasi DPR pada era pemerintahan yang lalu-lalu. Herannya hak istimewa para wakil rakyat ini santer terdengar di berbagai pemberitaan padahal pemerintahan yang baru hanya berjalan sekira satu bulan.

Ada apa ini? Rencana untuk menggoyang Kabinet Kerja yang rajin bekerja? Ada upaya untuk mengganggu roda pemerintahan baru yang baru saja mulai memerintah? Apa memang betul-betul ingin memperjuangkan kepentingan rakyat?

Ingin tahu alasan sebenarnya? Tanyakan saja sendiri pada beberapa wakil rakyat yang ‘sangat bersemangat’ untuk menggunakan hak interpelasi terkait pengurangan subsidi BBM.

Pada dasarnya karena fungsi DPR adalah wakil rakyat maka mereka memiliki kewenangan untuk bertanya kepada Presiden dan pembantu-pembantunya tentang kebijakan dan keputusan yang menyangkut nasib rakyat. Kata kuncinya adalah bertanya; bukan mempertanyakan.

Coba bila DPR tak punya hak interpelasi maka bisa saja Presiden dan Kabinetnya bertindak dengan sewenang-wenang atau salah jalan karena tak ada yang mengawasi atau melakukan tindakan pencegahan.

Hanya saja hak interpelasi harus digunakan dengan bijaksana. Tak asal memakai. Hanya bila kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sudah menimbulkan kontroversi yang mengganggu kesinambungan pemerintahan maka hak bertanya bisa digunakan.

Saat menilik pemberitaan di berbagai media massa, terlihat Presiden Jokowi dan Kabinet Kerja jelas-jelas bekerja keras untuk kepentingan rakyat. Kebijakan dan tindakan mereka benar-benar menghasilkan dampak positif yang direspon dengan baik oleh masyarakat luas. Jadi untuk apa hak interpelasi coba digulirkan? Toh, presiden dan menteri-menterinya dengan rajin selalu memberikan informasi secara terbuka baik di media massa maupun sosial media. Rakyat bisa langsung tahu apa yang akan, sedang dan sudah dikerjakan. Tanpa perlu memakai hak interpelasi yang sungguh hanya akan mengganggu jalannya pemerintahan.

Kalau sedikit-sedikit hak interpelasi dipakai padahal pemerintahan baru saja berjalan kurang dari seumuran jagung, justru terkesan mengganggu. Ditambah dengan catatan bahwa kondisi DPR—yang juga baru dilantik—masih belum kondusif karena masih menghadapi masalah krusial terkait DPR tandingan dan pembahasan beberapa RUU yang masih belum kelar. Itupun masih dibumbui dengan rencana DPR untuk membangun gedung DPR yang baru dengan dana triliunan rupiah dan reses (libur?) yang akan berlaku di akhir tahun. Nah, lho?

Oleh karena interpelasi itu dulunya jarang terdengar sehingga banyak yang tak paham benar, ada baiknya mengulik dulu apa sih hak istimewa untuk bertanya yang dimiliki oleh mereka yang duduk di kursi DPR. Dengan begitu ada pemahaman sebelum buru-buru ikut berkomentar yang kurang cerdas.

http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_Interpelasi_Dewan_Perwakilan_Rakyat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s