Upah Minimum Provinsi dan BBM

Upah Minimum Provinsi dan BBM laiknya dua sekawan yang akrab. Tiap saat harga BBM bergejolak maka UMP pun ikut bergejolak. Harga BBM naik selalu identik dengan usaha sekian banyak buruh untuk meningkatkan besaran UMP.

Wajar memang karena harga BBM yang naik bakal memperbesar pengeluaran para buruh. Bila UMP tak naik boleh jadi keuangan para buruh menjadi defisit. Tekor. Yang seringkali berujung pada keputusan mengambil hutang untuk menutup pos pengeluaran yang tak tertutupi.

Posisi yang paling tidak enak tentu dirasakan para pelaku usaha. Ketika pengeluaran operasional bertambah karena naiknya harga BBM, justru di saat yang bersamaan buruh ingin upah mereka dinaikkan. Banyak pengusaha yang berjuang sekuat tenaga supaya upah buruh tak naik supaya perusahaan tak merugi. Sayangnya buruh jelas ingin upahnya naik.

Alhasil banyak perusahaan yang didemo oleh buruhnya. Demo berarti terganggunya proses produksi. Merugi. Kemudian pada akhirnya tak mampu menggaji buruh lagi. Bangkrut. Perusahaan lainnya ada yang dengan sadar meski berat hati menaikkan upah buruh. Oleh karena ada pengeluaran yang besar untuk menggaji upah yang mendadak lebih besar dari biasanya maka keuangan perusahaan terseok-seok. Lalu pailit. Entah rute yang mana yang ditempuh, ujung-ujungnya gulung tikar.

Tentu tak semua perusahaan akan bangkrut. Banyak juga perusahaan yang dikelola dengan baik mampu melewati situasi kritis ketika harga BBM naik dan UMP naik. Perusahaan-perusahaan ini justru bertambah kuat ketika harga BBM sudah normal kembali karena mereka mampu mengendalikan tingkat UMP para buruhnya.

Persoalan UMP dan BBM memang soal yang rumit. Dilematis. Namun memang itulah resiko yang harus ditempuh oleh para pelaku usaha di negeri yang masih berjuang untuk menjadi lebih baik.

Bagi Anda yang ingin tahu seperti apa sih besaran UMP di masing-masing provinsi, silakan ulik artikel Wikipedia di bawah ini.

http://id.wikipedia.org/wiki/Upah_minimum_provinsi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s